Termakan Janji UN Swissindo, Sejumlah Nasabah Bank Menolak Bayar Utang

Sejumlah Nasabah bank di Bangka Belitung mulai percaya dengan janji pelunasan kredit di bank oleh pihak yang mengatasnamakan UN Swissindo

Termakan Janji UN Swissindo, Sejumlah Nasabah Bank Menolak Bayar Utang
bangkapos.com/Khamelia
Konferensi pers dihadiri Kepala BI dan perwakilan bank di Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah Nasabah bank di Bangka Belitung mulai percaya dengan janji pelunasan kredit di bank oleh pihak yang mengatasnamakan UN Swissindo.

Karenanya beberapa nasabah pun menolak membayar utang mereka kepada bank. Di antara tersebut bahkan datang sendiri ke sejumlah bank untuk menuntut agar hutang mereka di bank dilunaskan dengan membawa bukti jaminan sertifikat Bank Indonesia (SBI), yang salah satunya dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Janji pelunasan kredit oleh UN Swissindo kian melebar hingga ke wilayah kabupaten. Di lapangan pihak UN Swissindo pun kian berani head to head menghadapi bank untuk melancarkan aksi mereka. Hingga saat ini beberapa bank membeberkan ada sejumlah nasabah mereka yang termakan hasutan pihak UN Swissindo dengan tidak membayar kewajiban mereka.

"Kami punya nasabah yang kreditnya lagi bermasalah, dan saat ini dalam masa pengawasan bank, rumah tersebut kami pasang plang, oleh UN Swissindo mereka cabut, lalu kami pasang lagi untuk kedua kalinya, nah besoknya lagi mereka pasang plang miliknya di posisi paling atas dengan tulisan bahwa rumah debitur kami dalam perlindungan UN Swissindo, jadi sudah sebegitunya mereka," ungkap Kepala BTN Pangkalpinang, Chris Setyawan saat hadir dalam konferensi pers yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung, Selasa (6/9) di Hotel Menumbing Heritage.

Acara konferensi pers dihadiri Kepala BI, Bayu Martanto serta lima perwakilan bank di Babel yaitu Kepala cabang Bank BRI, Saiful Munadir, Kepala BPR Utari, Ervina Astuti, Kepala Cabang Danamon, Steven, Kepala Cabang BTPN Mikro, Sudianto dan Kepala Cabang BTN, Chris Setyawan.

Beberapa nasabah BTPN Pangkalpinang juga mulai terusik, menurut Kepala Cabang BTPN Mikro, Sudianto yang hadir pada preskon tersebut pihaknya merasa sangat terganggu dengan aktifitas yang dilakukan UN Swissindo hingga membuat nasabahnya ada yang bimbang untuk membayar kewajiban.
Menurutnya berdasarkan informasi, pihak tersebut menyasar komunitas-komunitas, dengan sistem door to door ke pedagang basement BTC dan komunitas lainnya. Bahkan kata Sudianto salah seorang telah mengaku rugi puluhan juta akibat hal ini.

"Ada yang mengaku habis segitu, karena habis untuk mengurus ini, mereka bolak balik ke Cirebon sana," kata Sudianto.

Bayu Martanto menjelaskan, pihaknya merasa sangat penting untuk melakukan tindakan edukasi kepada masyarakat terkait kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo.

"Jelas ini modus penipuan. Dengan ini kantor perwakilan BI Babel mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap penawaran atau ajakan dari pihak UN Swissindo terkait janji pelunasan kredit," tegas Bayu.

Halaman
12
Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved