Ady Setiawan Berencana Mundur dari Dirut PDAM Pangkalpinang

Direktur PDAM Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, Ady Setiawan berencana mau mengundurkan diri menjadi Direktur PDAM.

Ady Setiawan Berencana Mundur dari Dirut PDAM Pangkalpinang
bangkapos.com/Zulkodri
Direktur PDAM Pangkalpinang, Ady Setiawan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS. COM, BANGKA -- Direktur PDAM Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, Ady Setiawan berencana mau mengundurkan diri dari kursi Direktur PDAM.

Pasalnya dirinya malu dan kecewa lantaran dituding menggadaikan SK karyawan PDAM untuk kepentingan pribadi.

Hal ini, diungkapkannya dalam konfrensi pers yang digelar di kantor PDAM, Rabu (07/09/2016).

"Jujur saya sangat kecewa dengan statemen yang mengatakan saya memanfaatkan SK untuk kepentingan pribadi, bahkan untuk SPPD mengunakan uang kas PDAM tersebut. Saya minta silakan tim Pemkot, atau inspektorat tinjau langsung jangan sampai pejabat mengeluarkan statemen dari informasi yang tidak valid. Bahkan terkesan memojokkan dan membuat malu saya, " ujar Ady di depan wartawan.

Dikatakan Ady penggadaian SK itu, dilakukan memang untuk kepentingan PDAM sebagai dana awal atau kas PDAM yang digunakan untuk uang operasional. Dan itupun sifatnya tidak dipaksa, bahkan sudah ada persetujuan masing-masing.

"Awalnya, ketika saya ditunjuk jadi Direktur, hendak meminjam Bank. Namun bank, tidak bisa karena PDAM rugi. Saat itu, uang kas kita kosong. Kemudian akhirnya saya berinisiatif gadai SK saya dan bicara dengan staff saya yang belum pernah minjam bank, mereka setuju uang pinjaman ini, termasuk kami bertiga sekitar 600 jutaan, inilah yang digunakan untuk biaya operasional, sedangkan dari Pemkot sama sekali belum ada. Mereka yang SK digadai gajinya tetap utuh, langsung diganti dengan kantor, " ungkapnya.

Dikatakan Wina, karyawan yang SK-nya digadai mengaku apa yang dilakukan memang bukan paksaan bahkan, bentuk kepedulian mereka akan kemajuan PDAM.

"Dari empat Direktur yang menjabat, pak Ady ini, memang yang paling terbuka dan transparan. Bahkan beliau ini, rela berkorban untuk kemajuan PDAM. Awalnya ketika diajak untuk ikut gadai SK saya sempat khawatir juga, bagaimana cara membayarnya. Terus takut suami tidak memberi izin. Namun setelah diceritakan, saya sempat kaget suami langsung setuju, awalnya sempat tanya juga direkturnya siapa, " ungkap Wina.

Ditegaskan Ady dirinya sendiri akan mengambil langkah hukum apabila dalam pembuktiannya nanti memang ada kesengajaan pencemaran nama baik.

"Saya sedih juga, katanya saya pulang pakai uang kas PDAM. Silakan buktikan itu ada SPPD-nya, bahkan pulang tidak pernah pakai uang kas, saya pakai uang pribadi. Terbukti atau tidak terbukti saya akan mengundurkan diri Oktober ini. Nanti terserah wali kota mau memakai saya atau tidak, " ujar Ady.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved