Bersihkan Sisa Bom di Laos, Obama Janjikan Rp 1 Triliun

Antara 1964-1973, Laos menjadi negara di dunia yang paling banyak dihujani bom ketika 2 juta ton bahan peledak dijatuhkan militer AS di negeri ...

Bersihkan Sisa Bom di Laos, Obama Janjikan Rp 1 Triliun
SAUL LOEB / AFP
Presiden Barack Obama saat berpidato di ruang auditorium Universitas Souphanouvong di Luang Prabang, Laos, ARabu (7/9/2016). 

BANGKAPOS.COM, VIENTIANE -- Antara 1964-1973, Laos menjadi negara di dunia yang paling banyak dihujani bom ketika 2 juta ton bahan peledak dijatuhkan militer AS di negeri tersebut.

BACA: Beginilah Penampilan Cindy Cenora, Kalau Dulu Terlihat Centil dan Menggemaskan Kini Mengejutkan

Pengeboman besar-besaran itu dilakukan dalam upaya AS memperluas perang melawan Viet Cong.

Celakanya, sepertiga bom yang dijatuhkan AS itu tidak meledak sehingga meninggalkan warisan mematikan bagi warga sipil Laos hingga hari ini.

BACA: Jadi Populer di Youtube, Pengakuan Sang Suami di Malam Pertama Ini Bikin Merinding

Pada Selasa (6/9/2016), Barack Obama menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi negeri di Asia Tenggara itu.

Dalam kunjungan tersebut Obama menjanjikan bantuan 90 juta dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun untuk membantu korban bom sisa perang dan membiayai pembersihan sisa-sisa bahan peledak itu.

BACA: Saweran Jadi Penyanyi di Negara Ini Bukan Lagi Uang Receh, Tapi Bisa Mandi Duit, Ini Buktinya

Hingga 2000, rincian perang rahasia AS di Laos tetap menjadi rahasia, tetapi setidaknya terjadi 580.000 misi pengeboman terhadap negeri itu pada 1964-1973.

Jumlah itu berarti AS melakukan pengeboman setiap delapan menit siang dan malam selama sembilan tahun.

"Sebagai dampak dari konflik itu banyak orang terpaksa meninggalkan kediaman mereka. Saya kira, AS memiliki kewajiban moral untuk membantu Laos," kata Obama dalam pidatonya di Vientiane.

Gedung Putih mengatakan, program bantuan AS di Laos berhasil memangkas korban bahan peledak sisa perang itu dari 300 orang per tahun menjadi tinggal 50 orang saja.

"AS terus membantu Laos membersihkan sisa-sisa bahan peledak yang menimbulkan ancaman terhadap warga dan mengganggu pertumbuhan ekonomi," tambah Obama.

Bahaya bom sisa perang yang tak meledak ini menjadi masalah besar tak hanya di Laos tetapi juga di Vietnam dan Kamboja. Sekitar separuuh dari korban tewas atau luka adalah anak-anak.

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved