Dody : Jadi Wartawan Itu Hebat dan Mulia

Sebagai jurnalis atau pewarta sesungguhnya profesi yang patut dibanggakan khususnya bagi setiap jurnalis/pewarta.

Dody : Jadi Wartawan Itu Hebat dan Mulia
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
News Manager harian Bangka Pos, Dody Hendriyanto (sedang memegang microphone) ketika menjadi pembicara dalam diskusi publik diselenggarkan oleh Komisi Informasi RI, di Tanjung Pesona. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebagai jurnalis atau pewarta sesungguhnya profesi yang patut dibanggakan khususnya bagi setiap jurnalis/pewarta.

Terlebih profesii jurnalis/pewarta sesungguhnya memiliki misi yakni membantu masyarakat dalam memperoleh informasi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Jadi wartawan itu hebat dan mulia. Selain itu jadi wartawan jangan pernah malu sebab kehebatan wartawan dapat mengolah satu kata saja dan bisa merubah dunia," kata News Manager harian Bangka Pos, Dody Hendriyanto disela-sela memberikan materi seputar 'Relasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Undang-Undang (UU) Pers dalam kemerdekaan memperoleh informasi, Kamis (8/9/2016).

Dalam kegiatan diskusi publik yang digelar oleh Komisi Informasi Republik Indonesia (KI pusat RI) di ruang pertemuan (meeting room) Tanjung Pesona Beach & Resort, Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, Dody sempat menyinggung seputar kasus yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran UU KIP oleh suatu badan publik khususnya di daerah Bangka Belitung (Babel).

"Seperti kasus yang sering terjadi kita bisa ambil contoh kejadian pemadaman listrik oleh pihak PLN. Namun pemadaman listrik PLN itu sempat dikeluhkan oleh sebagian masyarakat lantaran pihak PLN tidak memuat pemberitahuan di ruang publik atau di media massa," jelasnya.

Oleh sebab itu peran media massa atau pun jurnalis termasuk pewarta sangatlah dibutuhkan oleh masyarkat dalam hal memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat itu sendiri.

"Karena wartawan itu merupakan jembatan informasi masyarakat," katanya.

Sementara pembicara lainnya, Rumadi Ahmad, komisioner KI pusat RI memaparkan seputar UU KIP pada kesempatan yang sama, namun menurutnya dengan adanya UU KIP tersebut artinya setiap warga negara indonesia berhak untuk tahu.

"Maksudnya berhak untuk tahu itu yakni rencana kebijakan publik," jelasnya.

Acara kegiatan diskusi publik sekaligus media gathering dimulai sejak tadi siang sempat dihadiri oleh pejabat pemerintah provinsi Babel termasuk Gubernur Babel yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi & Informasi provinsi Babel, Noviar Ishak.

Sebelumnya ketua KI pusat RI, Daulat Siregar sempat menyampaikan sambutannya saat acara diskusi publik dibuka, termasuk ketua KI Provinsi Babel, Rikky Fermana memberikan sambutan.

Tak cuma itu kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak KI pusat RI pun melibatkan pimpinan media massa (cetak, elektronik & online) termasuk jurnalis/pewarta perwakilan sejumlah media massa (lokal/nasional).

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved