Hukuman Mati Bayangi Hari-hari Gatot Brajamusti

Dengan kepemilikian senjata api ilegal, Gatot Brajamusti melanggar undang-undang no.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati

Hukuman Mati Bayangi Hari-hari Gatot Brajamusti
Kompas TV
Foto saat pemeriksaan dugaan penyalahgunaan narkoba oleh Ketua PARFI, Gatit Brajamusti. Polisi menemukan satu paket sabu saat Gatot dan istrinya Dewi Aminah digrebek di salah satu hotel di Mataram Nusa Tenggara Barat. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Status Gatot Brajamusti telah dinaikkan menjadi tersangka.

Status tersebut disandang Gatot Brajamusti karena kepemilikan senjata api ilegal yang ditemukan polisi saat menggeledah rumahnya di Jalan Niaga Hijau X, no. 6, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Untuk saat ini terhadap saudara Gatot sudah kami naikkan statusnya sebagai tersangka, terkait kepemilikan atau dalam kekuasaannya senjata api yang diduga ilegal‎ dan Kami sudah periksa," ucap Kompol Teuku Arsya Kadafi, Kanit 4 Subdit Resmob, Kamis (8/9/2016), di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Sesuai dengan pernyataan Kombes Pol Awi Setiyono beberapa waktu sebelumnya,Gatot bisa terancam hukuman mati.

"Dengan kepemilikian senjata api ilegal tersebut, Gatot Brajamusti melanggar undang-undang no.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati," ungkap Kombes Pol Awi Setiyono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Sabtu (3/9/2016).

Hukuman tersebut berdasarkan pelanggaran atas Undang-undang nomor 12 tahun 1951, pasal satu ayat satu, dengan pidana paling sementara 20 tahun penjara.

"Yang bersangkutan melanggar undang undang nomor 12 tahun 1951, pasal 1 ayat 1, ancaman hukumannya, hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana sementara setinggi-tingginya 20 tahun," kata Kombes Pol Awi Setiyono.

Gatot Brajamusti tertangkap oleh polisi saat sedang menggelar pesta sabu di Hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu lalu (28/8/2016).

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved