Warga Medan Jual Obat Herbal ke Toboali, Kapolsek Minta Produknya Dilengkapi Izin

Mereka hanya mendapatkan empat orang penjual obat herbal dan refleksi asal daerah Medan

Warga Medan Jual Obat Herbal ke Toboali, Kapolsek Minta Produknya Dilengkapi Izin
Bangkapos/Riki Pratama
Kapolsek AKP Raden Hasir memeriksa obat Herbal yang di jual oleh Asok, warga Asal Medan pada operasi Bina Kusuma II, Jumat (9/9/2016) malam di hotel A3 Toboali. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Tidak cukup di satu tempat Jajaran Polres Basel juga mendatangi tempat lainya yakni hotel A3 yang berada di jalan kolong dua dekat kantor KPU Bangka Selatan, pada Jumat (9/9/2016) malam, di tempat itu pihak polisi melakukan pemeriksa terhadap penghuni kamar hotel.

Dalam proses pemeriksaan polisi tidak menemukan hal yang di rasa berbahaya. Mereka hanya mendapatkan empat orang penjual obat herbal dan refleksi asal daerah Medan menjual obat keliling yang tidak memiliki izin.

"Kita sudah satu minggu di sini, jualan obatan tradisional seperti asam urat dan pijat refleksi,"kata penjual obat Asok ketika ditanya pihak polisi, pada Jumat (9/9/2016) malam

Pada razia Asok diminta untuk menunjukan izin produk yang dijualnya, namun Asok dan tiga temanya lain hanya menunjukan buku pedoman cara meracik obat tradional.

"Sudah banyak yang terapi dan minuman ramuan saya, buku ini menjelaskan cara membuat ramuan tersebut,"ucap Asok yang sudah dua minggu berada di Toboali.

Namun pernyataan Asok di tegaskan oleh Kapolsek Toboali AKP Raden Hasir yang ikut merazia mengatakan bahwa obat ataupun ramuan jamu harus memiliki izin produk baik rumahan, CV ataupun PT dari BPOM.

"Jadi harus ada izin dari produk apakah dari rumahan, CV, dan PT, karena kalian bukan ahlinya tetapi harus apoteker, jamu juga bagian dari obat wajib memiliki izin,"ucap Raden

Pada saat itu pihak polisi menyarankan para penjual membuatkan izin obatnya sebelum di perjual belikan kepada masyarakat, namun pihak polisi tidak mengamankan obat obatan tersebut pihak polisi hanya meminta penjual segera membuat perizinan obat yang dijualnya.

"Tetapi kalian Ini kami toleransi kami, tetapi saya peringatan untuk melengkapi izinnya, didaftarkan ke dinas kesehatan dan minta koordinasi BPOM mereka yang mengecek obatnya, karena harus ada izin edarnya,"ucapnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved