Hanya di Pulau Bangka, Idul Adha Dirayakan Semeriah Lebaran Idul Fitri

Dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1436 H, Syudariah (70) sudah menyiapkan dua ekor ayam kampung yang dibelinya dari tetangga

Hanya di Pulau Bangka, Idul Adha Dirayakan Semeriah Lebaran Idul Fitri
bangkapos.com/Nurhayati
Sebagian jamaah perempuan, Senin (12/9/2016)melaksanakan Sholat Ied di Halaman Masjid Agung Sungailiat karena ruangan dalam masjid sudah penuh. 

BANGKAPOS.COM--Dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1436 H, Syudariah (70) sudah menyiapkan dua ekor ayam kampung yang dibelinya dari tetangga sebelah rumah.

Warga Jalan Martadinata, Pangkalpinang itu, sengaja memotong ayam satu hari menjelang lebaran yang jatuh pada Idul Adha.

Selain ayam, tak lupa nenek beranak delapan itu menyiapkan ketupat dan panganan lainnya. Persis seperti lebaran Idul Fitri, dia juga membersihkan rumah dan memadupadan ruang tamu agar tampak serasi.

Beberapa toples kue dilengkapi minuman ringan sudah tersedia di meja. Hanya saja, dia sengaja tidak membeli daging sapi karena biasa menerima daging kurban dari masjid di sebelah rumahnya.

Begitulah cara sebagian besar masyarakat muslim Pulau Bangka merayakan Idul Adha. Kegembiraan dan kemeriahannya tidak jauh berbeda dengan Idul Fitri, termasuk silaturahmi ke rumah orangtua dan sanak saudara.

"Sejak kecil saya merayakan Idul Adha seperti ini. Bahkan bisa lebih lama suasananya karena takbir di masjid sampai tujuh hari. Ini kesempatan berkumpul bersama keluarga, anak dan cucu," kata Syudariah yang hidup berdua bersama suaminya.

Berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, setelah salat Id beraktivitas seperti biasa, khusus di Pulau Bangka, budaya saling bersilaturahmi pada hari raya Idul Adha terus terjaga.

Tidak mengherankan, sekolah-sekolah satu hari sebelum dan sesudah Idul Adha kebanyakan libur atau memulangkan siswanya lebih awal.

"Ini bagian dari budaya Bangka yang berlangsung sejak lama. Kita ambil sisi positifnya, setidaknya silaturahmi dan bergembira karena jutaan muslim di seluruh dunia menunaikan ibadah haji di Makkah," kata Putranto (30) warga Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.

Suasana lebih meriah berlangsung di desa-desa penjuru Pulau Bangka. Biasanya, bedug dipukul berirama saat selepas maghrib diiringi lantunan takbir, tahlil dan tahmid dari corong pengeras suara masjid.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help