Bawa Kartu BPJS Kesehatan Tak Membuat Achmad Resah Berobat ke Rumah Sakit

Menjelang sinar matahari melewati celah jendela, Achmad (77) dan istrinya, Syudariah (71) bersiap-siap berangkat ke rumah sakit.

Bawa Kartu BPJS Kesehatan Tak Membuat Achmad Resah Berobat ke Rumah Sakit
Bangka Pos/Alza Munzi
Bayu Pranata menunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat ditemui di rumahnya pekan lalu. 

"Saya pernah dengar teman operasi caesar pakai biaya pribadi, paling sedikit butuh uang Rp 7 juta. Belum lagi biaya obat-obatan lainnya. Anak saya yang bungsu ini sudah tiga bulan usianya, Alhamdulillah baik-baik saja," kata Sari.

Menurutnya, saat di rumah sakit tidak ada perbedaan antara pasien BPJS Kesehatan dengan yang lainnya. Dia ditangani oleh dokter yang sama dan semuanya berjalan baik-baik saja.

"Hanya saja persyaratan harus dipenuhi, ikuti prosedur. Kalau ada yang tidak jelas, kami langsung nanya," tambahnya.

Pengalaman lain diungkapkan Ayu (39) warga Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah. Dia mengaku bersyukur, suaminya, Andri (39) masih diberi kesembuhan dan kesehatan oleh Allah.

Pada Juni 2015, adalah pengalaman yang menakutkan bagi Ayu, saat melihat suaminya tiba-tiba terkena serangan stroke. Dunia terasa gelap, seakan-akan tidak ada lagi harapan.

Manakala melihat dua anak mereka yang masih kecil, membuat ‎Ayu tak kuasa menahan air mata. Suaminya, karyawan sebuah SPBU harus segera dioperasi malam itu juga.

Saat itu, pihak rumah sakit menanyakan soal jaminan asuransi apa saja yang diikuti.
Ayu mengeluarkan kartu BPJS Kesehatan. Setelah proses administrasi selesai dan ada persetujuan keluarga, malam hingga dini hari, kepala Andri dibedah.

Cairan yang menggumpal di jaringan otak dikeluarkan dari selang. Andri sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari di ruang intensif care unit (ICU) RSBT Pangkalpinang.

"Syukurnya ada dokter bedah kepala di Pangkalpinang. Alhamdulillah sekarang suami saya sudah sehat, tapi harus berpantang makan. Biaya rumah sakit, tidak sampai membuat kami berhutang kesana kemari. Karena sebagian besar ditanggung BPJS Kesehatan," ujar Ayu yang kini membuka toko kelontong dan usaha laundry bersama suaminya.

Sedangkan Bayu Pranata (12), warga Jalan Pahlawan 12, Kelurahan Kacangpedang, Kota Pangkalpinang, ‎menyimpan rapi kartu BPJS Kesehatan miliknya di sela tumpukan buku di rumah kontrakan bersama ibunya.

Halaman
123
Penulis: Alza Munzi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help