Bawa Kartu BPJS Kesehatan Tak Membuat Achmad Resah Berobat ke Rumah Sakit

Menjelang sinar matahari melewati celah jendela, Achmad (77) dan istrinya, Syudariah (71) bersiap-siap berangkat ke rumah sakit.

Bawa Kartu BPJS Kesehatan Tak Membuat Achmad Resah Berobat ke Rumah Sakit
Bangka Pos/Alza Munzi
Bayu Pranata menunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat ditemui di rumahnya pekan lalu. 

Dia menyelipkan kartu itu, bersama Kartu Indonesia Pintar (KIP). Siswa kelas satu SMP ini, paham betul bahwa kedua kartu ‎tersebut sangat penting dalam hidupnya.

Anak penderita‎ anemia itu, harus melakoni kehidupan yang cukup berat. Sepulang sekolah, dia harus menjajakan empek-empek buatan ibunya dengan berjalan kaki sejauh 5 kilometer dari rumah.

Biasanya, dia kembali ke rumah pukul delapan malam. Kadang kalau jualannya belum habis, Bayu pernah pulang‎ hingga pukul sembilan malam.

Letih, lemas dan terkadang pusing tak membuatnya menyerah. Bila, kondisi tubuh tak memungkinkan, sang ibu membawanya berobat ke rumah sakit berbekal kartu BPJS Kesehatan.

Achmad, Andri, Sari, dan Bayu adalah sebagian kecil masyarakat Indonesia yang menjadikan BPJS Kesehatan sebagai harapan mereka, saat sakit datang tak dapat disangka-sangka.

Setidaknya, mereka bersama 165 juta peserta BPJS Kesehatan lainnya merasakan manfaat, ketika biaya berobat yang tinggi, tak membuat warga kesulitan menerima pelayanan kesehatan yang memadai.

Penulis: Alza Munzi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved