Cukuran Massal untuk Balita, Tradisi Spiritual Tahunan nan Lestari di Bangka

Cukuran massal selain menjaga tradisi juga untuk meringankan beban warga karena tradisi ini dinilai akan memberatkan jika harus dilaksanakan oleh

Cukuran Massal untuk Balita, Tradisi Spiritual Tahunan nan Lestari di Bangka
kompas.com
Tradisi cukur rambut anak secara massal di Masjid Nurul Huda Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka BelitunG 

BANGKAPOS.COM--Di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ada tradisi mencukur rambut anak secara massal.

Tradisi yang sudah berlangsung selama 12 tahun ini rutin dilaksanakan setelah Hari Raya Kurban Idul Adha.

Pada tahun 2016 ini, cukur rambut secara massal digelar di Masjid Nurul Huda Sungailiat. Tradisi ini diikuti balita dari berbagai daerah di Kabupaten Bangka. Para orang tua pun tampak antusias membawa anak-anak mereka.

Prosesi cukur rambut dilakukan oleh pengurus masjid disaksikan langsung oleh para orang tua.

“Bersama-sama dengan para orang tua, kita berdoa agar sang anak selalu dalam perlindungan dan petunjuk Allah,” kata Panitia Masjid Nurul Huda, M Hadi, Rabu (14/9/2016).

Dalam tradisi ini, hanya beberapa helai saja rambut dari sang anak yang dipotong. Hal ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus simbol mempersiapkan anak untuk tumbuh lebih besar.

Cukuran massal selain menjaga tradisi juga untuk meringankan beban warga karena tradisi ini dinilai akan memberatkan jika harus dilaksanakan oleh masing-masing keluarga.

Sementara itu, bagi keluarga yang mampu secara ekonomi, biasanya cukur rambut dilakukan melalui akikah. Ada potong hewan juga. Keluarga dengan anak laki-laki harus memotong dua ekor kambing, sedangkan yang memiliki anak perempuan cukup seekor kambing.

Dalam acara cukuran massal ini, para orangtua membawa buah kelapa, telur yang telah dihias serta pohon uang yang kemudian disumbangkan pada pengurus masjid.

Arak-arakan peserta cukuran massal berlangsung sejak pagi hari, meramaikan ruas jalan menuju masjid yang menjadi lokasi kegiatan.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved