Pendiri Padepokan Brajamusti Ancam Umbar Aib Elma Theana ke Publik

Elma justru meminta Wahyu untuk melaporkannya ke polisi jika perkataannya selama ini dianggap merugikan Gatot.

Pendiri Padepokan Brajamusti Ancam Umbar Aib Elma Theana ke Publik
Tribunnews/Jeprima
Pesinetron Elma Theana saat mendatangi Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2016). Elma Theana tiba di Resmob Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.40 WIB. Didampingi penasehat hukumnya, Ina Rachman dirinya hadir untuk memenuhi panggilan polisi terkait kepemilikan senjata api milik Gatot Brajamusti. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Bintang sinetron dan film Elma Theana (41) mengaku tak takut gertakan yang disampaikan Wahyuhono Adi Paripurno, sahabat Gatot Brajamusti (54), tersangka kepemilikan narkotika dan senjata api (senpi) ilegal hingga hewan langka yang diawetkan.

Elma justru meminta Wahyu untuk melaporkannya ke polisi jika perkataannya selama ini dianggap merugikan Gatot.

“Silahkan (melaporkan Elma ke polisi),” kata Ina Rachman SH, pengacara Elma, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (14/9/2016).

Ina mengatakan, Elma sudah mengetahui ‘ancaman’ yang disampaikan Wahyu, Selasa (13/9/2016) malam.

“Tadi pagi (Rabu), saya sudah menelepon Elma. Kata dia, kalau mau dilaporkan (ke polisi), ya silahkan saja, kami siap menghadapi,” kata Ina.

Sejak muncul ke publik setelah kasus dugaan kepemilikan narkotika Gatot terungkap, 28 Agustus lalu, Elma memberanikan diri untuk berbicara.

Selama sembilan tahun, 2003-2011, Elma adalah salah satu ‘penghuni’ Padepokan Gatot di Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat.

Sebagai bekas ‘anak didik’ Gatot, Elma salah satunya mengaku, pernah melihat ‘guru spiritualnya’ tersebut memamerkan senpi ke para jamaah.

Ajaran agama yang diajarkan Gatot di padepokan juga diungkapkan Elma sudah menyimpang.

Bintang film Dalam Mihrab Cinta (2010), Ummi Aminah (2012), Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita (2013) dan Sayap Kecil Garuda (2014), serta Ada Surga di Rumahmu (2015) ini juga mengaku ikut mengonsumsi aspat (asap nikmat) yang diberikan Gatot.

Ina mengatakan, pengakuan tersebut diungkapkan kliennya karena semata-mata hanya ingin memberitahu hal yang sebenarnya terjadi ke masyarakat.

“Itu kan kenyataan yang sebenarnya,” kata Ina yang ikut mendampingi Elma saat diperiksa penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (8/9/2016), terkait kepemilikan dua senpi Gatot.

Sebagai pendiri Padepokan Brajamusti, Wahyu mengancam akan mengumbar aib Elma ke publik.

“Saya mengingatkan Elma. Banyak aib yang bisa saya buka kalau dia terus-terusan begini (membuka borok Gatot). Saya mohon janganlah, stop-lah, jangan menghujat Aa Gatot,” kata Wahyu, Selasa malam. “Dia (Elma) kayak kacang lupa kulitnya,” lanjut Wahyu.

Editor: fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help