Ini Alasan Tim Investigasi Tak Bisa Temukan Aliran Dana Freddy ke Petinggi Polri

Tim investigasi Polri tidak bisa membuktikan adanya aliran dana dari Freddy Budiman ke beberapa pejabat Polri sebesar Rp 90 miliar.

Ini Alasan Tim Investigasi Tak Bisa Temukan Aliran Dana Freddy ke Petinggi Polri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Tim Pencari Fakta Gabungan pengakuan Freddy Budiman yang juga pakar komunikasi politik Effendi Ghazali saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (11/8/2016). Tim Pencari Fakta Gabungan bertugas membuktikan ada tidaknya dugaan keterlibatan pejabat Polri sebagaimana testimoni Freddy yang ditulis Haris Azhar dengan masa investigasi selama satu bulan yang kemudian akan dievaluasi. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Investigasi, Effendi Ghazali menyebut beberapa alasan mengapa pihaknya tidak menemukan aliran dana Freddy seperti yang diungkapkannya kepada Haris Azhar.

Pertama, apabila Haris membeberkan "nyanyian" Freddy lebih awal sebelum menjelang Freddy dieksekusi maka akan lebih cepat untuk menelusuri.

Kedua, tim tidak mungkin bertanya ke Freddy Budiman lantaran Freddy sudah dieksekusi mati Kejaksaan Agung di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Ketiga, tim sudah melakukan beragam metode dan matrik sudah menemukan indikasi aliran dana, namun hasilnya tetap belum ditemukan.

Ada juga 81 orang pengaduan yang masuk ke hotline tim gabungan.

Namun, tak ada yang menyebutkan ada aliran dana dari Freddy ke pejabat Polri.

"Tidak ada satu pun yang menyebut ada aliran dana terkait Freddy kepada pejabat tertentu di Polri," kata Effendi.

Tim gabungan juga memeriksa dokumen dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang diserahkan ke Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.Namun, dalam dokumen tersebut tak ditemukan aliran dana dari Freddy, tetapi terkait jaringan Pony Tjandra.

Begitu pula saat membedah nota pembelaan atau pleidoi Freddy dan memintai keterangan pengacaranya. Dalam pleidoi hanya tertulis permohonan keringanan hukuman, tak disebutkan soal aliran dana ke pejabat Polri.

Menurut Effendi ada kemungkinan tim menemukan dugaan aliran dana tersebut jika mendapatkan masa tugas lebih lama. Namun, tim pencari fakta yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ini hanya diberi mandat tugas selama 30 hari sejak dibentuk pada 9 Agustus 2016.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved