Mengenali Gejala Kejang Demam pada Anak

Pada umumnya sebagian besar kejang demam dialami bayi usia 6 bulan hingga anak umur 5 tahun.

Mengenali Gejala Kejang Demam pada Anak

BANGKAPOS.COM -- Si buah hati demam tinggi dan tiba-tiba kejang? Atau lebih sering kita dengar dengan kata “step”. Tentu saja hal ini bisa menimbulkan kepanikan bagi orangtua demi melihat anak kejang, terlebih disertai dengan mulut yang berbusa.

Tapi tahukah Anda, kondisi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

Bahkan, kejang demam pada umumnya tidak berbahaya bila orangtua tidak panik dan melakukan tindakan awal yang tepat bila terjadi kejang demam pada si buah hati.

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh diakibatkan bukan karena proses infeksi atau kelainan di otak.

Pada umumnya sebagian besar kejang demam dialami bayi usia 6 bulan hingga anak umur 5 tahun.

Pada sebagian besar kasus, kejang demam berhubungan erat dengan demam tinggi akibat infeksi virus dan bakteri seperti infeksi telinga, radang tenggorok, infeksi pencernaan, dan lain sebagainya.

Selain itu, kejang demam pada anak juga sering terjadi pasca-imunisasi.

Faktor genetik juga meningkatkan kecenderungan terjadinya kejang demam.

Satu dari empat anak yang mengalami kejang demam memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi ini.

Toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help