Gudang di Pinggir Pantai Timbun Ribuan Liter Solar

penjaga gudang Dedi Pranata alias Bacok dan Zakar tidak bisa menunjukkan surat atau dokumen resmi terkait aktivitas penimbunan BBM tersebut.

Gudang di Pinggir Pantai Timbun Ribuan Liter Solar
IST
Kapolsek Jebus Kompol Alam Bawono dilokasi penimbunan BBM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jajaran Polsek Jebus membongkar praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di gudang kawasan pantai Penganak, Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Rabu (21/9) malam lalu.

Sesaat digeledah, penjaga gudang Dedi Pranata alias Bacok dan Zakar tidak bisa menunjukkan surat atau dokumen resmi terkait aktivitas penimbunan BBM tersebut.

Penggerebekan dipimpin oleh Kapolsek Jebus Kompol Alam Bawono lalu menemukan 61 jerigen berisi BBM jenis solar berisi kurang lebih 1000 liter solar, 1 drum plastik warna biru berisi solar sekitar 200 liter dan 3 drum plastik warna biru berisi BBM jenis solar berisi kurang lebih 100 liter.

"Saat kami gerebek, penjaga dan pemilik gudang tidak bisa menunjukkan surat izin pengelolaan dan penimbunan BBM. Dari penggerebekan itu, kami menyita ribuan liter BMM jenis solar yang disimpan di sejumlah jeriken dan drum," ungkap Alam mewakili Kapolres AKBP Hendro Kusmayadi, Jumat (23/9).

Dikatakan, praktik penimbunan BBM jenis solar yang dilakukan Zakar telah berlangsung lama. Dari hasil pemeriksaan penyidik, praktik penimbunan BBM tersebut diketahui telah berlangsung setahun lalu.

Sejauh ini lanjutnya, BBM solar tersebut diperoleh warga Desa Sekar Biru tersebut dari sejumlah pengemudi Pompong yang beroperasi di pantai Penganak.

Ribuan liter solar yang ditemukan polisi di gudang milik Zakar, dijual pelaku ke sejumlah penambang di sekitar perairan dan Dusun Penganak. Harga solar milik Zakar, sedikit lebih tinggi dari harga normal di SPBU lainnya.

"Biasanya solar-solar timbunan ini, dijual kepada para penambang atau pemilik TI di sekitar Penganak. Harganya pun sedikit lebih tinggi dari harga di SPBU," katanya.

Saat ini, pelaku berikut barang bukti ribuan liter solar diamankan di Polsek Jebus guna penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku terbukti melanggar Undang-undang (UU) Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Tersangka melanggar undang-undang (UU) migas dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," pungkasnya.(L3)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved