Breaking News

Sempat Terjadi Ketegangan Saat Warga Meminta Penjelasan Sumber Bau Gas Elpiji

Manager pabrik perbaikan tabung gas elpiji ini, Samuel memberikan penjelasan yang dinilai warga tidak sesuai yang diharapkan.

Sempat Terjadi Ketegangan Saat Warga Meminta Penjelasan Sumber Bau Gas Elpiji
bangkapos.com/Ajie Gusti Prabowo
Rombongan warga saat mendatangi SPPBE PT. Global Trend Sejahtera di wilayah Mesu Timur akibat bau gas yang menyengat di pemukiman warga, Senin (26/9/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sempat terjadi ketegangan saat warga RT 01 Mesu Timur Kabupaten Bangka Tengah bersama anggota DPRD Bateng, Mehoa dan Jamhari mendatangi SPPBE PT. Global Trend Sejahtera terkait permasalahan bau gas yang memasuki pemukiman warga sejak lima bulan terakhir, Senin (26/9/2016) pagi.

Pasalnya, Manager pabrik perbaikan tabung gas elpiji ini, Samuel memberikan penjelasan yang dinilai warga tidak sesuai yang diharapkan.

Beruntung pihak kepolisian dengan cepat mengambil langkah untuk meminta ruangan agar menghasilkan titik temu dari permasalahan ini.

"Kita tidak mau berpikir negatif apalagi berkuasa di wilayah sendiri, kami cuma mau lihat bagaimana prosesnya, biar mendapat solusi, karena keluhan warga terkait hal ini sudah disampaikan terus," ungkap anggota DPRD Bateng, Mehoa.

Pihaknya mengaku akan mempelajari ijin dari pabrik ini lagi yang di nilai melakukan pencemaran udara pada sekitar 100 lebih Kepala Keluarga yang bermukim di belakang pabrik.

"Ini lebih kepada Undang-Undang kesehatan, solusinya memberi waktu paling lama seminggu untuk di kaji dan di periksa oleh pihak perusahaan, walaupun semua lengkap, tetapi seharusnya pihak perusahaan dan BLH memberikan penjelasan yang masuk logika," tuturnya.

‎Sementara, anggota DPRD Bateng lainnya, Jamhari mengatakan, pihaknya mendukung jika dari segi ekonomi. Namun, untuk bau gas elpiji ini harus ada solusinya bagi warga sekitar.

"Dihentikan dulu jika belum ada solusinya, jangan di pancing warga sekitar untuk membuat hal yang aneh-aneh, jika telah selesai maka silahkan, kami mendukung karena hal ini positif dar sisi ekonominya,‎" tambahnya.

Jamhari juga sempat menghubungi Kepala Dinas BLH Bateng, di hadapan warga dan pihak perusahaan terkait hal ini.

Dirinya menegaskan kepada pihak BLH untuk tidak menjanjikan pertemuan masyarakat jika belum selesai permasalahan ini.

"Kami juga minta pantau dan perbaiki seminggu kedepan dengan memeriksa langsung ke lokasi ini. Jika memang tidak ada tindak lanjut maka akan sesuai Tupoksi kami bahas di DPRD, atau jika memang tidak ada solusinya silahkan pindah ke tempat yang terpencil," tegasnya.‎(*)

Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Bangka Pos dan Babel News.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Penulis: Ajie Gusti Prabowo
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved