Banyak Lahan di Pantai Rebo Dijarah TI

Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Kenanga (Ikebana) Ervawi mengakui banyak lahan di Pantai Rebo yang dijarah Tambang Inkonvensional.

Banyak Lahan di Pantai Rebo Dijarah TI
bangkapos.com/dok
TI apung Rebo 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Kenanga (Ikebana) Ervawi mengakui banyak lahan di Pantai Rebo yang dijarah Tambang Inkonvensional.

"Ada pohon-pohon bakau besar disana artinya dulu itu sebenarnya hutan bakau karena ada TI Apung juga pohon bakau habis kena tailing pasir TI itu," ungkap Ervawi kepada bangkapos.com, Selasa (27/9/2016) di Novilla Boutique Sungailiat.

Namun untuk lahan yang mereka tanam magrove menurutnya tidak terkena jarah TI tetapi limbah dari penambangan tersebut yang bisa menyebabakan bibit bakau yang ditanam mati.

"Untuk lahan yang terkena TI itu yang banyak pohon pinus kalau tanaman pinus itu banyak yang kena rambah TI juga tapi kalau bakaunya dipinggir tidak kena, tapi limbah solarnya kena juga mati bakaunya," sesal Ervawi.

Untuk itu ia sangat berharap para penambang TI juga bisa menjaga kelestarian alam dengan ikut menanam dan memelihara magrove.

"Mereka juga bisa empati untuk menjaga melestarikan ekosistem alam yang ada dipesisir pantai. Artinya sama-sama menjaga yang sudah kami tanam dengan magrove jangan dirusak atau ditambang lagi," pinta Ervawi.

Menurutnya pihak penambang dan Ikebana harus saling menghormati. Kalau alasan penambang menambang untuk perut atau pekerjaan, alasan Ikebana yang menanam magrove ini, untuk kelestarian alam ke depan, jika tumbuhan ini tumbuh maka bisa bermanfaat bagi anak cucu nanti.

"Jangan mengambil keuntungan sesaat. Kami melaksanakan kegiatan Ikebana, berharap penambang tidak menambang daerah yang sudah kami tanam bakau. Ada penghormatan juga untuk kami menjaga kelestarian alam," pinta Ervawi.

Menurutnya untuk menghijaukan kembali lahan bekas penambangan itu harus kerja ekstra.

"Dukungan bukan hanya kami masyarakat Kenanga dari kelompok Ikebana tetapi pemerintah juga, BUMN dan perusahaan pro aktif mengkonservasi daerah pesisir pantai baik dengan ketapang, bakau atau pinus," harap Ervawi.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved