BangkaPos/

Sukmawati Soekarnoputri Sebut Kudeta 1965 Memang Terjadi

Pada 31 September 1965 atau 61 tahun yang lalu Pemerintah Indonesia pernah mengalami kudeta diawali penculikan terhadap sejumlah jenderal....

Sukmawati Soekarnoputri Sebut Kudeta 1965 Memang Terjadi
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Sukmawati Soekarnoputri usai mengisi diskusi publik, 30 September: Rekonsiliasi dan Sejarah Masa Depan Indonesia, di Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur 3, No 2A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/92016). TRIBUNNEWS.COM/NURMULIA REKSO PURNOMO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Pada 31 September 1965 atau 61 tahun yang lalu Pemerintah Indonesia pernah mengalami kudeta diawali penculikan terhadap sejumlah jenderal.

Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai peristiwa Gerakan 30 September yang melibatkan Partai Komunis Indonesia atau G 30 S PKI.

Sukmawati Soekarnoputri, putri keempat Presiden ke-1 Republik Indonesia Sukarno mengakui upaya kudeta saat itu memang ada dan berhasil.

Setelah berbagai peristiwa yang dituduh pemerintah saat itu dilakukan oleh PKI, ayahnya secara perlahan lengser dari jabatan Presiden.

"Ayah saya dijadikan tahanan rumah. Menteri-menterinya ditangkap semua, tanpa proses peradilan yang jelas," ujar Sukmawati dalam diskusi publik, "30 September: Rekonsiliasi dan Sejarah Masa Depan Indonesia," di Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur 3, No 2A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/92016).

Versi yang dicatat pemerintah, PKI menunggangi sejumlah tokoh termasuk tokoh di angkatan bersenjata saat itu yang mencoba melakukan kudeta.

Setelahnya, TNI AD yang dipimpin Mayor Jenderal Suharto menumpas gerakan PKI. Aksi itu menyebabkan pembunuhan masal terhadap anggota PKI, tanpa proses peradilan yang tepat.

Saat peristiwa 1965, Sukmawati masih berusia 13 tahun. Ia ingat betul ayahnya yang telah mewakafkan hidupnya untuk kemerdekaan Indonesia mendapat perlakuan buruk. Menurut dia masih banyak tanda tanya seputar peristiwa tersebut.

Atas aksi penculikan para jenderal, Letkol Untung dan anak buahnya dituding sebagai biang keladinya. Hingga akhirnya anggota TNI AD yang sempat ikut memerdekakan Indonesia itu mendekam di penjara.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help