Tarmizi Sebut Baru Dua Kecamatan yang Menyampaikan LPJ APBDes 2015

"Berarti enam kecamatan belum. Saya berharap kepada camat jangan lambat diselesaikan, tahun 2015, ini sudah 2016. Jangan ditumpuk pekerjaan itu..."

Tarmizi Sebut Baru Dua Kecamatan yang Menyampaikan LPJ APBDes 2015
bangkapos.com/ nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat ketika memberikan pengarahan kepada para camat dan para kades pada rapat koordinasi bupati dengan para kades se Kabupaten Bangka serta lauching dan sosialisasi klinik beserta satgas peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, Sabtu (1/10/2016) di Hotel ST 12 Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengingatkan para kepala desa dan camat di Kabupaten Bangka agar menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBDes Tahun 2015.

Disebutkannya, baru dua kecamatan yang mengumpulkan Laporan Pertanggungjawaban APBDes Tahun 2015, yakni Kecamatan Merawang dan Mendobarat.

"Berarti enam kecamatan belum. Saya berharap kepada camat jangan lambat diselesaikan, tahun 2015, ini sudah 2016. Jangan ditumpuk pekerjaan itu. Segera selesaikan dalam bulan-bulan ini," tegas Tarmizi kepada para camat dan kades pada rapat koordinasi bupati dengan para kades se Kabupaten Bangka serta lauching dan sosialisasi klinik beserta satgas peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, di Hotel ST 12 Sungailiat, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (1/10/2016).

Bagi desa-desa yang belum membuat LPJ tersebut segera diselesaikan.

Tarmizi juga menjelaskan, kewenangan memeriksa APBDes sudah diserahkannya kepada kecamatan.
"Semua APBDes disahkan oleh camat, dulu bupati. Kita mengecilkan aturan yang terlalu jelimet cukup pak camat. Dicek yang belum, Kecamatan Belinyu, Sungailiat, Pemali, Riausilip, Puding Besar, Bakam yang belum ini," jelas Tarmizi.

Sedangkan mengenai bidang perekonomian di desa-desa, ia mengatakan, sudah dibentuk 18 BUMDes di Kabupaten Bangka. Pada tahun 2017 nanti rencananya ada 15 desa yang akan membentuk BUMDes.

"Desa yang belum ada BUMDes digunakan untuk menciptakan ekonomi produktif misalnya untuk tanah kas desa minimal empat hektar. Ini pernah kita laksanakan waktu saya jadi kasubag TU di dinas perkebunan bupatinya masih Pak Hariono waktu itu. Waktu itu satu pulau ini ada 31 desa empat desa yang gagal 27 desa aktif, satu pulau ini sampai ke Bangka Barat," jelas Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved