Terancam Difinalti, Tarmizi Ingatkan Kades Segera Serap ADD Untuk Pembangunan

"Besok kita sudah 1 Muharram 1438 hijriah, pada Tahun Baru Islam ini semangatnya baru. Sekarang sudah mau Oktober, November, dan Desember tinggal..."

Terancam Difinalti, Tarmizi Ingatkan Kades Segera Serap ADD Untuk Pembangunan
bangkapos.com/ nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat didampingi Kepala BPM dan Pemdes Kabupaten Bangka Hj Mina Tarmizi membuka selubung lauching dan sosialisasi klinik beserta satgas peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, Sabtu (1/10/2016) di Hotel ST 12 Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengingatkan para kepala desa bahwa pengunaan dana alokasi desa (ADD) untuk pembangunan di pedesaan tinggal dua bulan lebih lagi.

Karenanya, dia minta agar anggaran desa tersebut segera terserap secepatnya untuk pembangunan.

"Besok kita sudah 1 Muharram 1438 hijriah, pada Tahun Baru Islam ini semangatnya baru. Sekarang sudah mau Oktober, November, dan Desember tinggal pertengahan lagi jadi punya waktu tinggal dua bulan setengah lagi untuk menyelesaikan menghabiskan anggaran yang telah dianggarkan," kata Tarmizi kepada para kades pada rapat koordinasi bupati dengan para kades se Kabupaten Bangka serta lauching dan sosialisasi klinik beserta satgas peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, di Hotel ST 12 Sungailiat, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (1/10/2016).

Menurutnya, jangan menunggu terlalu lama karena waktu sudah mepet sehingga tahun 2016 ini pembangunan yang telah direncanakan di desa-desa bisa selesai.

"Beberapa desa belum menyampaikan laporan pertanggung jawaban dan beberapa kecamatan. Jadi yang sudah diprogramkan dibelanjakan. Kalau tidak bisa dibelanjakan, berarti tidak bisa belanja. Kalau tidak bisa dibelanjakan ke depan akan ada finalti dari pusat," tegas Tarmizi.

Dia menyatakan, bahwa pemerintah daerah tidak boleh menyimpan dana APBD terlalu lama.

"Kita termasuk daerah yang tidak ada simpanan duitnya di bank, semuanya kita belanjakan, tidak boleh disimpan di bank. Kalau bupati mau enak tidur simpan duit di bank ambil bunga atau depositonya tetapi bukan itu apa manfaat bagi masyarakat. Dana untuk masyarakat harus di belanjanya!. Semua SKPD juga sama," jelas Tarmizi.

Penulis: nurhayati
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved