Gaya Hidup Tak Sehat Bikin Orang Berusia 40 Tahun Rentan Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner sudah ditemukan pada usia di bawah 40 tahun, terutama karena gaya hidup tidak sehat seperti merokok.

Gaya Hidup Tak Sehat Bikin Orang Berusia 40 Tahun Rentan Jantung Koroner
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Penyakit jantung koroner (PJK) hingga kini masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Akibat gaya hidup masa kini, penderita serangan jantung tidak hanya orang tua.

Di Palembang, tren menunjukkan kini PJK sudah ditemukan pada usia di bawah 40 tahun, terutama karena gaya hidup tidak sehat seperti merokok.

Penyakit jantung koroner secara sederhana dapat diibaratkan sebagai jerawat dalam pembuluh darah. Pembuluh darah jantung yang disebut pembuluh koroner memiliki lapisan pelindung (endotel).

Apabila lapisan pelindung ini mengalami kerusakan, maka jerawat atau plak tersebut akan pecah, entah kapan.

Penyebab utamanya, karena ulah manusia yang memiliki pola hidup tidak sehat seperti merokok, darah tinggi, kencing manis, koresterol tinggi dan lain lain.

Ada juga faktor lainnya, yakni faktor yang tidak dapat dimodifikasi atau bawaan, misalnya riwayat keluarga, usia dan jenis kelamin.

“Jika ada keluarga yang memang memiliki riwayat jantung maka keturunannya cukup berisiko, usia tua juga beresiko. Pada jenis kelamin pria cenderung lebih berisiko dibanding wanita. Namun faktor penyebab utama adalah gaya hidup, karena belakangan serangan jantung banyak menimpa orang yang berusia kurang dari 40 tahun,” ungkap spesialis jantung dari Rumah Sakit Charitas Palembang, dr Alexander Edo Tondas, SpJP (K) FIHA, FICA dibincangi Tribun, Selasa (27/9) malam.

Semua faktor itu merusak pelindung itu sehingga lemak atau minyak dapat menyusup di bawah dinding endotel membentuk plak atau penyumbatan.

Inilah yang dapat diibaratkan sebagai jerawat pada pembuluh darah, seiring waktu jerawat semakin tipis, tiba tiba jerawat itu pecah. Saat pecah , isi jerawat inilah mengeluarkan nanah atau koreng.

Jika jerawat itu berada di wajah, cukup ambil tisu kemudian dapat langsung dibersihkan tapi ini terjadi pada pembuluh darah jantung, apakah yang kira kira akan terjadi?

Semua itu menimbulkan sumbatan-sumbatan sebagian (parsial) atau total pada pembuluh darah. Pada sumbatan total aliran peredaran darah menjadi terhenti.

“Aliran darah berhenti akan memicu banyak komplikasi, otot jantung rusak bahkan mati, ini yang menyebabkan gagal jantung, pembengkakkan jantung. Pasien juga akan mengalami gangguan irama, konslet jantungnya, hal inilah yang menyebabkan kematian mendadak saat serangan jantung,” jelas Edo.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved