Perbedaan Pendapat Jangan Timbulkan Perselisihan dan Korbankan Ukhuwah

Memperingati Tahun Baru Islam menurutnya, saat yang tepat untuk tafakur dan instropeksi diri.

Perbedaan Pendapat Jangan Timbulkan Perselisihan dan Korbankan Ukhuwah
bangkapos.com/Nurhayati
Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Babel KA Tajudin dalam sambutannya pada perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram, Minggu (2/10/2016) di Masjid Al Mu minun Kenanga. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Babel KA Tajudin menilai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriah di Kelurahan Kenanga yang dimaknai dengan doa sebagai prilaku yang bijak dan mulia sebagai umat Islam.

"Sudah menjadi tradisi bangsa-bangsa sejagat termasuk tradisi masyarakat kita pada hari-hari besar termasuk tahun baru memperingatinya dengan berbagai perayaan sukacita kadang pesta sebagai manifestasi kegembiraan. Hal itu wajar dan sebuah tradisi yang masih berlangsung, sepanjang semuanya harus diletakkan dalam rangka kesyukuran kepada Allah SWT bahwa tahun yang dilewati telah ditinggalkan kemudian memasuki tahun baru yang mendatangkan kebaikan," jelas Tajudin dalam sambutannya pada perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram, Minggu (2/10/2016) di Masjid Al Mu'minun Kenanga.

Namun disamping bergembira maka dia mengingatkan agar masyarakat selalu berdoa, berzikir dan bertafakur sehingga memasuki tahun baru ini Allah memberikan rahmat dan karunia yang lebih besar.

Memperingati Tahun Baru Islam menurutnya, saat yang tepat untuk tafakur dan instropeksi diri.

Bertitik tolak keteladanan Rosulullah, Tajudin mengajak masyarakat untuk berhijrah agar berbuat lebih baik dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Babel yang aman, damai, adil dan sejahtera dilandasi iman dan takwa kepada Tuhan.

"Jangan bercerai berai, jangan sampai hanya perbedaan pendapat menimbulkan perselisihan dan mengkorbankan ukhuwah, persaudaraan dan persatuan dengan berdasar kepada agama Allah. Karena apa pun bentuk perbedaan duniawi tak ada artinya dengan mempertahankan persatuan dan kesatuan serta tali silaturahim," pesan Tajudin.

Menurutnya 1 Muharram hari yang bersejarah, penuh kemuliaan dan harapan sehingga perlu diisi dengan doa dan kerja. "Mari kita eratkan kerukunan hidup beragama, silaturahim diantara kita semua. Mari kita bangun dan songsong masa depan agar lebih baik agar bisa sejajar dengan provinsi yang lain yang lebih maju dengan ridho Allah," ajak Tajudin.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help