Kaum Wanita di Desa Wisata Ini Berleher Panjang

Para wanita Suku Karen diwajibkan memanjangkan leher menggunakan tumpukan kawat yang terbuat dari kuningan.

Kaum Wanita di Desa Wisata Ini Berleher Panjang
KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI
Baan Tong Luang bukanlah desa biasa. Desa wisata yang terletak di Chiang Mai ini mengumpulkan semua suku asli di utara Thailand. 

BANGKAPOS.COM - Saat berkunjung ke bagian utara Thailand, salah satu tempat yang tak boleh dilewatkan adalah desa tempat tinggal Suku Karen.

Ini adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Thailand selain juga Lahu Shi Bala, Palong, Hmong, Kayaw, Akha, dan Mien.

Karen menjadi salah satu suku yang "diincar" wisatawan karena tradisi uniknya.

Para wanita Suku Karen diwajibkan memanjangkan leher menggunakan tumpukan kawat yang terbuat dari kuningan.

Di Thailand ada beberapa desa wisata tempat turis melihat Suku Karen, salah satunya Baan Tong Luang di Chiang Mai.

 

"Di Thailand, semua Suku Karen hanya tinggal di desa wisata. Tidak ada yang hidup di pedalaman atau di pegunungan seperti aslinya," tutur Paiboon Pramuankarn, pemandu wisata yang mengantar KompasTravel dan rombongan dari Tourism Authority of Thailand (TAT) berkeliling Chiang Mai beberapa waktu lalu.

Namun, salah besar jika Anda berpikir Suku Karen adalah asli Thailand. Karen pada awalnya tinggal di dataran tinggi Tibet.

Suku tersebut kemudian "hijrah" ke Myanmar, tepatnya di Karen State yang berbatasan langsung dengan Thailand.

Mengutip situs Karen.org, suku ini terbagi menjadi beberapa sub-etnis antara lain Skaw Karen, Pwo Karen, dan Bwe Karen.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved