Di Daerah ini, Setiap Bulan Rata-rata Ada 700 Janda Baru

angka perceraian diprediksi meningkat karena hingga Agustus sudah mencapai 4.700 kasus. Artinya, jika dibuat rata-rata, tahun ini

Di Daerah ini, Setiap Bulan Rata-rata Ada 700 Janda Baru
Shutterstock
ILUSTRASI 

BANGKAPOS.COM--Angka perceraian di Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih tergolong tinggi. Bahkan, Kabupaten Malang menempati posisi kedua tingginya angka perceraian di Indonesia setelah Kabupaten Indramayu.

Data yang ada di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang menunjukkan, pada tahun 2015, angka perceraian mencapai 7.156 kasus.

Tahun ini, angka perceraian diprediksi meningkat karena hingga Agustus sudah mencapai 4.700 kasus. Artinya, jika dibuat rata-rata, tahun ini Pengadilan Agama Malang menerima 600 hingga 700 kasus per bulan.

"Kebanyakan kasus perceraian karena gugatan dari istri," kata Panitera Muda PA Kabupaten Malang, Widodo Suparjianto, saat dihubungi, Senin (3/10/2016).

Widodo menjelaskan, ada berbagai alasan pihak istri menggugat cerai suaminya. Salah satunya adalah faktor ekonomi.

Ia menyebut, tidak sedikit istri yang menggugat cerai suaminya dengan alasan tidak diberi nafkah. Faktor lain yang juga kerap terjadi adalah tingginya buruh migran atau istri yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri.

Hal itu disebutnya menimbulkan keretakan dalam keluarga dan berujung ke Pengadilan Agama.

Pada tahun 2015, ada 1.969 warga Kabupaten Malang merantau ke luar negeri. Lalu, pada tahun ini, warga Kabupaten Malang yang sudah menjadi buruh migran mencapai 1.820 orang.

Ada sejumlah kecamatan yang tercatat sebagai daerah dengan banyak perceraian, di antaranya Bantur, Sumbermanjing Wetan, Lawang, dan Singosari.

Sementara itu, sebelum kasus gugatan cerai itu benar-benar berujung pada perceraian, Pengadilan Agama melakukan langkah mediasi.

Hal itu dilakukan untuk menyatukan kembali hubungan keluarga yang hampir pecah. Namun, jika mediasi tidak menemukan hasil, pihak Pengadilan Agama terpaksa harus memenuhi gugatan cerai tersebut.

"Mediasi yang kami lakukan kebanyakan tidak berhasil karena kebanyakan istri sudah bulat dengan keputusannya untuk cerai," ujarnya.(Andi Hartik)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved