Akhirnya Ketahuan, Pasangan Warga Indonesia-Malaysia Ini Ternyata Menikah Pakai Buku Nikah Palsu

Dokumen buku nikah palsu ini terungkap ketika pernikahan mereka akan di daftarkan untuk mendapat pengesahan dari Jabatan Agama Islam (Jais)...

Akhirnya Ketahuan, Pasangan Warga Indonesia-Malaysia Ini Ternyata Menikah Pakai Buku Nikah Palsu
Dok. KJRI Kuching
Foto salah satu bagian buku nikah yang diduga palsu yang digunakan untuk pendaftaran nikah luar negeri pasangan Beda warga negara di Bintulu, Sarawak, Malaysia 

BANGKAPOS.COM, PONTIANAK -- Pasangan suami istri, Hadi Kelana bin Ahmad warga asal Bintulu, Sarawak Malaysia dan Asia Syamsudin warga asal Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas menggunakan buku nikah palsu sebagai dokumen pernikahan mereka.

BACA: Dengar Agus Yudhoyono Mundur dari TNI, Jenderal Gatot Ternyata Langsung Kumpulkan Panglimanya

Dokumen buku nikah palsu ini terungkap ketika pernikahan mereka akan di daftarkan untuk mendapat pengesahan dari Jabatan Agama Islam (Jais) Bahagian Bintulu, Sarawak.

BACA: Cerita Kasrin Si 'TukangBecak' Mulai dari Naik Haji Ajaib, Tamu, Kurban Hingga Sang Ibu Indi

Pelaksana Fungsi Konsuler 1 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Windu Setiyoso mengungkapkan, pihak Jais sebelumnya mengirimkan surat kepada pihak Konsulat untuk mengklarifikasi terkait dokumen pernikahan tersebut yang akan digunakan sebagai persyaratan dalam pendaftaran nikah luar negeri untuk pengesahan perkawinan pasangan beda kewarganegaraan tersebut di Bintulu.

BACA: Terungkap, Wanita Ternyata Dambakan Seks karena Rasa Cinta, Ini Penjelasannya

Merasa ada yang janggal dalam buku nikah yang dilampirkan, pihak Konsulat kemudian menghubungi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas yang tertera dalam buku nikah tersebut.

"Berdasarkan informasi dari dokumen itu, buku nikah itu ditandatangani oleh oknum yang mengatasnamakan KUA Kecamatan Selakau, serta menggunakan stempel sari Departemen Agama. Buku itu dikeluarkan pada 7 November 2015 seperti yang tercantum menggunakan tulisan tangan," ujar Windu, Rabu (5/10/2016).

Pihak KUA Kecamatan Selakau, jelas Windu, kemudian mengklarifikasi bahwa buku nikah itu bukan dikeluarkan oleh pihak mereka.

Seperti yang disampaikan Kepala KUA Kecamatan Selakau, Azis Nursin, bahwa mulai pertengahan tahun 2014, KUA Selakau sudah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dengan penulisan Buku Nikah menggunakan cetak Komputer.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved