Ini Alasan PLN Soal Kenaikan Tarif Listrik per Oktober 2016

PLN berdalih, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang diiringi dengan kenaikan harga minyak atau Indonesian crude oil

Ini Alasan PLN Soal Kenaikan Tarif Listrik per Oktober 2016
bangka.tribunnews.com
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - PT Perusahaan ListrikNegara (PLN) menaikkan tarif listrik periode Oktober 2016, yang berlaku untuk 12 golongan pelanggan.

PLN berdalih, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang diiringi dengan kenaikan harga minyak atau Indonesian crude oil price (ICP), serta penurunan inflasi yang menahan selisih kenaikan tarif, menyebabkan tarif listrik naik.

"Tarif menurun sejalan dengan penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP), dan perubahan variabel makro ekonomi," ujar Manajer Senior Public Relations PT PLN, Agung Murdifi di Jakarta, dalam keterangan resminya, Jumat (7/10/2016).

Berangkat dari tiga indikator tersebut, tarif listrik pada Oktober 2016 di Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp 1.459,74 per kWh, dan tarif listrik di Tegangan Menengah (TM) menjadi Rp 1.111,34 per kWh.

Sementara, tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp 994,80 per kWh, dan tarif listrik di layanan khusus menjadi Rp 1.630,49 per kWh.

Berikut, daftar 12 golongan yang mengalami kenaikan tarif listrik:

1. Rumah Tangga R-1 atau Tegangan Rendah (TR) daya 1.300 VA
2. Rumah Tangga R-1 atau TR daya 2.200 VA
3. Rumah Tangga R-2 atau TR daya 3.500 VA s.d5.500 VA
4. Rumah Tangga R-3 atau TR daya 6.600 VA ke atas
5. Bisnis B-2 atau TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
6. Bisnis B-3 atau Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA
7. Industri I-3 atau TM daya dia tas 200 kVA
8. Industri I-4 atau Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
9. Kantor Pemerintah P-1 atau TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
10. Kantor Pemerintah P-2 atau TM daya di atas 200 kVA
11. Penerangan Jalan Umum P-3 atau TR dan
12. Layanan khusus TR/TM/TT.

Seperti diketahui sebelumnya, Tarif Tenaga Listrik (TTL) terdiri dari 37 golongan‎. Sebanyak 12 golongan tarif yang diberlakukan mekanisme Tariff Adjustment atau tarif yang tidak disubsidi pemerintah.

Sementara itu, 25 golongan tarif listrik lainnya tidak berubah. Pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil, serta pelanggan sosial, termasuk dalam 25 golongan tarif tersebut. Pelanggan golongan itu masih diberikan subsidi oleh pemerintah.

(Iwan Supriyatna)
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com

Editor: Admin 1
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved