BangkaPos/

Kisah Pesawat AC-47T Fantasma, Sang Hantu Pencabut Nyawa Pemberontak Dari Udara

Nama yang menakutkan, dan ketika disematkan ke sebuah pesawat terbang, terbayang kengerian

Kisah Pesawat AC-47T Fantasma, Sang Hantu Pencabut Nyawa Pemberontak Dari Udara
angkasa.co.id
AC-47T Fantasma 

BANGKAPOS.COM--Fantasma. Hantu. Nama yang menakutkan, dan ketika disematkan ke sebuah pesawat terbang, terbayang kengerian yang ditimbulkannya, apalagi sang pesawat penerima dibekali kemampuan sebagai gunship.

Ketika minggu lalu rakyat Kolombia dalam referendum plebisit menolak berdamai dengan pemberontak Marxist-komunis FARC (Fuerzas Armadas Revulucionario Colombiana) setelah konflik berdarah-darah selama 50 tahun lebih.

Rakyat Kolombia menyia-nyiakan upaya pemerintahnya yang berusaha membawa FARC ke meja perundingan, dengan jalan senjata dan perang.

Pesawat AC-47T Fantasma adalah salah satu senjata militer Kolombia yang berhasil mematahkan tengkuk FARC yang keras kepala.

AC-47T Fantasma sendiri merupakan modifikasi dari pesawat C-47, versi militer dari DC-3 Dakota. AU Kolombia memperoleh Fantasma setelah keinginan mereka untuk memperoleh AC-130 Spectre II ditolak mentah-mentah.

Karena itu, AU Kolombia menciptakan pesawat gunship berbekal armada C-47 mereka yang puluhan unit jumlahnya, tentu dengan restu AS.

Perubahan utama pesawat AC-47T Fantasma adalah penggantian mesin Wasp dengan Pratt & Whitney PT-6A, perkuatan struktur dan penambahan plug, penggantian avionik, pemasangan sistem FLIR (Forward Looking Infra Red) dan senapan mesin berat M2HB 12,7mm (kemudian GAU-19 dengan multi laras) dan kanon 20mm. Pengerjaan dilakukan oleh perusahaan Basler dari Amerika Serikat.

Fantasma menjadi andalan militer Kolombia, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi terpencil yang sulit akses dan butuh waktu lama, dan merupakan sasaran empuk dari FARC. AC-47T mampu mendominasi udara, meniadakan keunggulan pasukan pemberontak di darat, beroperasi siang maupun malam, dan memenangkan pertempuran dalam skenario perang anti gerilya dimana lawan tidak memiliki senjata memadai untuk menjatuhkan Fantasma yang terbang di udara.

Salah satu aksi AC-47T terjadi pada 1 November 1998, ketika ribuan pemberontak FARC menyerbu propinsi Vaupes yang berbatasan langsung dengan Brasil.

FARC menyerbu dan membantai polisi yang merupakan perwakilan negara di kota itu, menyebabkan gugurnya 60 perwira polisi, dan 80 lebih diculik dan disiksa.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Angkasa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help