TI Ilegal Marak, Nelayan Tanjungratu Kirim Surat Penolakan ke Kapolres dan Bupati

Aktifitas tambang pasir timah inkonvensional (TI) masih beroperasi di sepadan pantai hutan lindung (HLP

TI Ilegal Marak, Nelayan Tanjungratu Kirim Surat Penolakan ke Kapolres dan Bupati
Bangkapos.com/Ryan Agusta Prakasa
Puluhan ponton TI di sepadan Pantai Tanjung Ratu, Desa Rebo, Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Nelayan Dusun Tanjungratu Sungailiat mengeluh. Aktifitas tambang pasir timah inkonvensional (TI) masih beroperasi di sepadan pantai hutan lindung (HLP), tak jauh dari tambatan perahu dusun mereka.

"Banyak TI di Pantai Tanjungratu, bahkan semakin mendekati tambatan perahu nelayan kami," kata Iswadi, Ketua Kelompok Nelayan Tanjungratu kepada Bangkapos.com, Sabtu (8/10/2016).

Keberadaan TI ilegal yang dimaksud menurutnya mengganggu nelayan. Terkait itu pula, Iswadi memastikan, para nelayan telah mengirimkan surat resmi, dua hari lalu ke Bupati Bangka, Kapolres Bangka.

"Intinya kami menolak keberadaan TI-TI ini. Itu sangat menganggu, apalagi TI ini. Kami berharap pihak terkait segera menindak lanjutinya," katanya.

Sebelumnya, disebutkan, TI ilegal marak di Sepadan Pantai Tanjungratu Sungailiat. Razia tambang rakyat ini sempat dilakukan pihak Polres Bangka, namun seolah 'angin lalu'.

Sebab, para penambang tetap tak jera, tetap beroperasi di sepadan pantai tersebut.

Selain sepadan Pantai Tanjungratu, tambang ilegal juga beroperasi di sepadan Pantai Batuampar, Pantai Rebo dan beberapa kawasan terlarang lainnya di Sungailiat Bangka.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help