Djarot Persilakan Golkar Jika Mau Tarik Dukungan

Djarot mengatakan satu partai saja yakni PDIP sudah cukup untuk persyaratan pengusungan cagub dan cawagub DKI.

Djarot Persilakan Golkar Jika Mau Tarik Dukungan
KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat diantar Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat mendaftar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di KPU DKI Jakarta, Rabu (21/9/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menanggapi isu Partai Golkar akan menarik dukungan terhadap dirinya sebagai bakal calon wakil gubernur DKI dan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pilgub 2017 mendatang.

Djarot mengatakan keputusan tersebut sepenuhnya akan diserahkan ke partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Itu urusan partai Golkar, kita serahkan ke partai Golkar," ujar Djarot saat ditemui dalam kunjungan kerjanya ke Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/2016).

Politisi PDIP tersebut tidak khawatir jika dukungan Golkar tersebut benar-benar ditarik.

Bahkan ia mempersilakan bila partai tua tersebut memiliki niat untuk berubah pikiran.

"Nggak, loh secara dukungan administratif kan sudah didaftarkan ke KPU, mau ditarik lagi, ya silakan," tegasnya.

Ia pun memaklumi jika Golkar ingin 'menepi'. "Ya nggak apa-apa, itu urusan internal Golkar," ujarnya.

Djarot mengatakan satu partai saja yakni PDIP sudah cukup untuk persyaratan pengusungan cagub dan cawagub DKI.

"Ya nggak tahu saya, tanya ke KPUD, tapi minimal, ya PDIP 28 kursi, cukup," tandasnya.

Ahok dan Djarot merupakan pasangan petahana yang diusung oleh PDI Perjuangan, serta didukung oleh tiga partai, yakni Partai Golkar, Partai Hanura, serta Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk maju dalam bursa cagub dan cawagub DKI pada 2017 mendatang.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved