Dua Bule Ditangkap Konsumsi Narkoba di Bali, Ditanya Alasannya Bikin Kaget Polisi

FDM mengkonsumsi Hashish itu semenjak ia bertugas sebagai jurnalis sebelum tahun 2000.

Dua Bule Ditangkap Konsumsi Narkoba di Bali, Ditanya Alasannya Bikin Kaget Polisi
TRIBUN BALI/ I MADE ARDHIANGGA
Petugas Polresta Denpasar menunjukkan barang bukti 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

BANGKAPOS.COM, DENPASAR - ‎Ada-ada saja alasan para pengguna narkoba untuk tetap mengkonsumsi barang haram  tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh dua tersangka WN Australia GS dan WN Inggris FDM, yang menkonsumsi narkotika berupa hashish atau ekstrak ganja.

Wakpolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana menyatakan, tersangka GS dalam pengakuannya mengkonsumsi Hashish untuk menambah nafsu makan dan terapi kanker.

Dan itu ia lakukan semenjak delapan tahun lalu. Vonis kanker yang diidapnya membuat ia terpaksa mengkonsumsi.

"Pengakuannya seperti itu, dan kita masih melakukan pendalaman," katanya, Senin (10/10/2016).

Dijelaskan Artana, bahwa Hashish milik GS didapat dari seorang yang tidak ia kenal melalui pesan singkat.

Sedangkan untuk ‎FDM mendapat Hashish dari seorang warga Inggris dengan inisial GR. FDM mengkonsumsi Hashish itu semenjak ia bertugas sebagai jurnalis sebelum tahun 2000.

Ia mengkonsumsi saat melakukan peliputan di daerah konflik di Somalia. Akibat hal itu, ia mengalami stres dan akhirnya mengkonsumsi Hashish.

"FDM juga beralasan karena stres saat di wilayah konflik melakukan peliputan," jelasnya.

Dan selain di Somalia, FDM juga melakukan liputan di wilayah Rwanda, Zaire, Afganistan, Irak. Kemudian, pada tahun 2000 FDM ke Bali untuk liburan dan dua bulan untuk melakukan bisnis.

"FDM sudah lima tahun semenjak 2011 lalu. Di sini untuk GS melakukan bisnis. Kalau FDM hanya mantan jurnalis dan masih kami dalami," terangnya.

Untuk diketahui, atas penangkapan dua bule ini, Polisi juga mengamankan dua oknum penegak hukum satu anggota TNI berinisial F dan satu anggota Polri berinisial K.

F ditangkap karena mengirim pesan singkat yang berisi tawaran sabu-sabu pada GS. Sedangkan, sabu-sabu itu diketahui adalah barang haram yang didapat dari K. Untuk keduanya, masih didalami atau diperiksa oleh kesatuannya masing-masing. (ang)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved