APBD Perubahan 2016 Disahkan, Anggaran Belanja Kota Pangkalpinang Naik Rp 69,275 Miliar

Belanja daerah berubah menjadi sebesar Rp 1,138 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,069 triliun meningkatkan sebesar Rp 69,275 Miliar

APBD Perubahan 2016 Disahkan, Anggaran Belanja Kota Pangkalpinang Naik Rp 69,275 Miliar
Bangkapos.com/Zulkodri
Suasana rapat paripurna penyampaian perubahan APBD dan nota keuangan perubahan APBD 2016 di ruang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Rabu (28/09/2016). 

Laporan wartawan Bangka Pos,  Zulkodri

BANGKAPOS. COM, BANGKA-- Setelah melalui pembahasan cukup panjang,  APBD perubahan tahun anggaran 2016 Kota Pangkalpinang akhirnya resmi disahkan, pada rapat paripurna DPRD Kota Pangkalpinang,  Selasa (11/10/2.16).

Adapun pada APBD perubahan 2016 ini, Pendapatan Daerah  menjadi Rp 1,033 triliun meningkat Rp 55.929 miliar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp 977,564 Miliar.

Perubahan juga terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana berkurang Rp 19.101 miliar dari anggaran sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 149 miliar berkurang menjadi Rp 129.898 miliar.

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pangkalpinang, M. Rusdi mengatakan, perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan merupakan penjabaran dari kebijakan umum APBD (KUA) Perubahan dan Prioritas Plapond Anggaran Sementara (PPAS) 2016 yang telah dibahas dan disepakati untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan perubahan APBD.

"Penyusunan ini dilaksanakan dalam kaitannya dengan penyesuaian pendapatan dan belanja daerah pada tahun berjalan. Penyesuaian ini, disebabkan beberapa faktor yaitu perubahan asumsi dasar KUA, perubahan kebijakan pendapatan daerah serta perubahan kebijakan pembiayaan daerah," ujarnya.

Perda Perubahan APBD dan Nota Keuangan Perubahan APBD 2016 ini, juga lanjut Rusdi dalam rangka memberikan pijakan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam bentuk program dan kegiatan tahunan sesuai RKPD dan juga penyesuaian mengenai beberapa perkembangan kondisi makro ekonomi yang pada akhirnya searah sasaran dan tujuan pembangunan nasional.

Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian menjelaskan, perubahan APBD ini, dilakukan karena adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum APBD (KUA), berupa terjadi pelampauan atau tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah serta sumber dan penggunaan pembiayaan.

"Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, kegiatan dan antar jenis belanja dan juga keadaan yang menyebabkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu (SILPA) yang harus digunakan dalam tahun berjalan," jelasnya.

Diakui Sopian perubahan dan penerimaan pendapatan daerah secara total mengalami peningkatan.  Namun terjadi penurunan pada beberapa sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti, pajak daerah, pajak penerangan jalan dan pajak reklame.

"Seiring dengan peningkatan pendapatan daerah maka belanja daerah juga mengalami peningkatan yang dialokasikan pada belanja tidak langsung terutama pada belanja hibah sekolah swasta berupa belanja BOS yang bersumber dari DABA Provinsi," ucapnya.

Penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari SILPA 2015 sebesar Rp 130,101 Miliar. Untuk pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 24,755 Miliar, sedangkan pada pembiayaan netto menjadi sebesar Rp 105,345 Miliar yang digunakan untuk menutupi defisit anggaran.

"Belanja daerah berubah menjadi sebesar Rp 1,138 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,069 triliun meningkatkan sebesar Rp 69,275 Miliar. Defisit anggaran berubah menjadi Rp 105,345 Miliar atau meningkatkan sebesar Rp 13.344 Miliar dari defisit anggaran sebelumnya sebesar Rp 92 miliar. Pembiayaan Daerah pada penerimaan pembiayaan daerah berubah menjadi sebesar Rp 130.101 Miliar dari estimasi sebelumnya sebesar Rp 99 miliar atau bertambah  Rp 31.101 Miliar, pengeluaran pembiayaan daerah menjadi sebesar Rp 24,755 Miliar dari sebelumnya sebesar Rp 7 miliar dan untuk sisa Kurang Pembiayaan Tahun Berjalam (SIKPA) nihil," ungkapnya.

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved