BI: Jaga Inflasi di Indonesia Melalui Peningkatan Produksi Pangan

BI begitu concern mendorong ketahanan pangan melalui program kluster dengan meresmikan klaster-klaster pangan

BI: Jaga Inflasi di Indonesia Melalui Peningkatan Produksi Pangan
bangkapos.com/Khamelia
Wartawan bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan permasalahan inflasi di Indonesia dikarenakan lemahnya penguatan produksi pasokan pangan daerah, distribusi kurang lancar dan minimnya sistem informasi.

Untuk itu BI begitu concern mendorong ketahanan pangan melalui program kluster dengan meresmikan klaster-klaster pangan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Bangka Belitung.

"Komoditi pangan menjadi prioritas utama kita karena penyebab inflasi daerah. Peresmian klaster-klaster pangan dalam sebagai upaya menstabilkan harga," jelas Mirza saat acara Temu Wartawan Daerah Bank Indonesia, Senin (10/10), di Hotel Mercure Harmoni Jakarta.

Dia berharap peresmian klaster-klaster BI ini dapat mendorong pemerintah daerah serta pihak swasta terlibat meningkatkan produksi pangan.

“Pendirian klaster di daerah-daerah seperti cluster cabai, bawang dan padi adalah dalam sebagai upaya memberikan contoh kepada masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan. BI hanya memberikan contoh bagaimana teknik bertanam yang baik dan bibit yang bagus," ujar Mirza.

Ia mengatakan, BI tidak punya mandat untuk mengurus pangan. Namun, inflasi di Indonesia yang harus stabil, masih dipengaruhi besar oleh gejolak harga pangan yang harus dikendalikan dengan peningkatan produksi pangan.

"BI diharuskan menstabilkan harga pangan," katanya.

Ia menyampaikan, saat ini BI juga telah mendirikan Pusat Informasi Harga Strategis (PIHS) di sejumlah daerah.

Ia berharap PIHS ini bisa integrasi nasional agar bisa menjalankan komunikasi yang baik dalam distribusi pangan di Indonesia.

"Dengan adanya PIHS diharapkan masyarakat tahu harga-harga, termasuk daerah mana saja yang surflus maupun defisit. Kami buatkan software dan bersama-sama pemda, kumpulkan data harga, dan berikan informasi kenaikan harga pangan setiap hari. Mudah-mudahan sistem ini terintegrasikan tingkat nasional,” ujarnya.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help