Home »

Lokal

» Bangka

Kurtis Kirim Surat Untuk Megawati Terkait Gaya Bicara Ahok

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Kurtis menanggapi pernyataan Megawati tersebut dengan surat terbuka bergaya melayu lengkap dengan pantunnya

Kurtis Kirim Surat Untuk Megawati Terkait Gaya Bicara Ahok
Bangkapos.com/Nurhayati
Kurtis 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri mengenai gaya bicara Gubernur DKI Ahok yang ceplas ceplos bahwa kalau tak begitu, Ahok bukan orang Bangka membuat sebagian orang Bangka angkat bicara.

Namun Anggota DPRD Kabupaten Bangka Kurtis menanggapi pernyataan Megawati tersebut dengan surat terbuka bergaya melayu lengkap dengan pantunnya yang mengambarkan ciri masyarakat Bangka Belitung yang santun.

Inilah Surat Terbuka dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, untuk Putri Mantan Presiden Republik Indonesia Soekarno ini.

SURAT TERBUKA Kepada Ibunda yang tercinta Hj Megawati Sukarno Putri yang saya muliakan dan dirahmati oleh Allah SWT.

Izinkanlah saya yang bukan siapa siapa, hanya ditakdirkan oleh Allah SWT, saya dilahirkan di Pulau Bangka dan saya tidak pernah meminta untuk dilahirkan menjadi suku, bangsa dan ras tertentu, tapi saya ridho pada akhirnya saya dinyatakan orang Bangka dari puak Melayu Bangka.

Ibunda yang tercinta yang saya muliakan dan dirahmati oleh Allah SWT, beredar di media cetak dan dimedia sosial ini, media massa di Bangka sudah jadi viral, konon kabar beritanya ibunda yang tercinta menisbatkan kata-kata seorang pejabat publik di Jakarta yang suka mengumbar kata-kata yang tak pantas itu adalah karakter kami orang Bangka.

Saya yang bukan siapa siapa ini hanya ingin mengetahui kebenaran kabar berita itu. Jika memang benar ibunda yang tercinta pernah bertutur atau khilaf mengenai berita yang sudah membuat sebagian kami orang Bangka merasa tak nyaman dengan tutur berita itu.

Izin pulalah saya yang bukan siapa siapa ini berharap ibunda yang tercinta yang saya hormati dan diridloi Allah untuk bertutur dengan penuh cinta dengan memaknai dan mengajari kami orang Bangka dengan kata " MAAF ".

Dengan penuturan yang halus dan lembut, penuh akan cinta sehingga tutur ibunda yang dimuliakan Allah SWT masuk ke dalam relung relung hati kami yang lagi sesak ini.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help