Semi Tak Terima Keponakannya Dimaki-maki Korban Mega

sontak naik pitam dan langsung menyerang korban Mega secara membabi buta dengan sebilah pisau.

Semi Tak Terima Keponakannya Dimaki-maki Korban Mega
Bangkapos.com/Anthoni
Semi tersangka pembunuhan penambang di Tempilang saat digelandang ke Polres Babar

Laporan wartawan Bangka Pos Anthoni

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sasmi alias Semi (35) pria yang menghabisi nyawa Mega (30) tak mampu bicara banyak.

Pria berambut pirang ini, sesekali merintih setelah betis kananya dihadihi timah panas.

Nada bicaranya terbata-bata saat harian ini melontarkan sejumlah pertanyaan terkait peristiwa maut yang terjadi di pantai Lampu Merah Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang, Kamis (13/10/2016) sore tadi.

Sebagai sang paman, Semi tak terima melihat keponakannya Adi (20) di caci saat terlibat cekcok dengan korban Mega.

Semi yang melihat kejadian itu, sontak naik pitam dan langsung menyerang korban Mega secara membabi buta dengan sebilah pisau.

" Saya emosi dan tak terima melihat keponakan saya Adi cekcok dan di maki-maki oleh korban. Sebagai paman saya harus melindungi dan membela dia (Adi-red)," ungkap Semi ketika baru tiba di ruang pemeriksaan unit reskrim Polres Babar, Kamis (13/10/2016) malam.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help