Ketua Pengadilan Agama Terjaring Razia di Hotel Bersama Pria Bukan Suaminya

Elvia kedapatan bersama seorang laki-laki yang bukan merupakan suaminya di sebuah hotel melati di Kota Bukittinggi

Ketua Pengadilan Agama Terjaring Razia di Hotel Bersama Pria Bukan Suaminya
The India Times
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BUKITTINGGI -- Warga Padang Panjang, Sumatera Barat digemparkan dengan kabar ketua Pengadilan Agama Padang Panjang, Elvia Darwati (49), terkena razia.

Elvia kedapatan bersama seorang laki-laki yang bukan merupakan suaminya di sebuah hotel melati di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (9/10) dini hari.

Elvia dirazia oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kepada wartawan, Kepala Satpol PP Kota Bukittinggi, Syafnir membenarkan hal itu.

Syafnir mengungkapkan Elvia ditangkap di dalam kamar lewat tengah malam bersama seorang laki-laki yang mengenakan sarung, tanpa baju. Sementara Elvia masih berpakaian lengkap. Ketika dimintai identitas, keduanya mengaku tidak memiliki KTP.

Lanjut Syafnir mereka mengaku sebagai suami-istri, namun ketika ditanya surat nikah mereka tidak bisa menunjukkan.

"Lalu kami lakukan cross-check, bertanya beberapa hal, apakah mereka benar menikah. Ketika ditanya berapa orang jumlah anak, siapa saja nama-nama anak, ternyata jawaban antara laki-laki dan perempuan itu berbeda," tutur Syafnir seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Elvia pun kemudian mengaku sebagai hakim Pengadilan Agama dan memperlihatkan kartu identitas hakim yang dibawanya. Meskipun begitu, menurut Syafnir, Elvia bersikukuh bahwa mereka telah menikah secara agama.

Elvia sempat mengirim pesan singkat melalui telepon seluler kepada selingkuhannya agar mengaku sebagai suami.

"Mas tetap ngaku ya itu suami nya.. Jgn gugup ya.. Hafal itu. Menikah tgl 9 .8. 98 Mdah2an istri mas gak tau ya dek," begitulah isi pesan singkat.

Usai diproses lebih lima jam, keduanya dibebaskan setelah memilih opsi membayar denda masing-masing Rp 1 juta, daripada menyelesaikan kasus ini di pengadilan.

Selain itu, Elvia kini dinonaktifkan dari jabatannya.

Cendikiawan muslim, Hamid Basyaib menyebut apa yang dilakukan ketua pengadilan itu `tidak pantas'.

"Kalau dilakukan orang biasa, tindakan itu tidak pantas. Tapi karena dilakukan seorang ketua Pengadilan Agama, maka ketidakpantasannya berlipat ganda," tutur Hamid. (bbc/tribun timur)

Baca beritanya di Harian Pagi Babel News.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help