Berawal Dari Hidangan Lebaran di Lampung, Purwanti Tertarik Budidaya Jamur Tiram

Bermodal dana sekitar Rp 30 juta, ia bersama sang suami membudidayakan jamur tiram ini dan kini setelah satu tahun bisa balik modal.

Berawal Dari Hidangan Lebaran di Lampung, Purwanti Tertarik Budidaya Jamur Tiram
bangkapos.com/Nurhayati
Purwanti Petani Jamur Tiram bersama Penyuluh Pertanian Mukinah menunjukan jamur tiram yang dibudidayakannya, Senin (17/10/2016) di Dusun Tutut. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Budidaya jamur tiram sudah dikembangkan oleh Purwanti bersama Agus suaminya sejak satu tahun lebih di halaman belakang rumahnya di Dusun Tutut Desa Penyamun Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka.

Bermodal dana sekitar Rp 30 juta, ia bersama sang suami membudidayakan jamur tiram ini dan kini setelah satu tahun bisa balik modal.

Awalnya menurut Purwanti ketika ia ke rumah saudaranya di Lampung, saat itu bertepatan dengan lebaran, dimana saudaranya menyajikan hidangan dari jamur tiram.

"Saya makan kok enak kayak daging. Terus saya tanya ke saudara katanya ini jamur tiram nanam sendiri. Nyoba bawa kesini, beli bibit dikembangkan sendiri," kata Purwanti kepada bangkapos.com ketika ditemui, Senin (17/10/2016) di kediamannya.

Diakuinya saat panen jamur tiram perdana miliknya, sempat dibuang karena ketika dibagi ke tetangga pada tidak mau karena takut keracunan.

Namun setelah lama kelamaan jamur tiram tersebut ternyata banyak disukai orang, akhirnya banyak dicari dan mendapatkan pesanan. Untuk panen jamur tiram biasanya dilakukannya setiap hari saat pagi hari. Sekali panen bisa 10 hingga 20 kilogram dengan harga jual Rp 30.000 per kilogram.

"Jual ke pasar dan ada permintaan orang. Perawatan tidak susah.Tidak ada kendala cuaca, tidak pengaruh tapi ada juga gagal panen ada karena bibit mati. Untuk wadah bibit ini enam bulan sekali harus diganti yang dibuat dari serbuk kayu dicampur kapur," jelas Purwanti.

Saat ini untuk bibit mereka masih mendatangkan dari Lampung. Sekali pengiriman sebanyak 50 botol. Satu botol bibit jamur tiram tersebut hingga sampai ke Bangka seharga Rp 30.000.

"Budidaya jamur ini menguntungkan cukuplah untuk makan sehari-hari," kata Purwanti tersenyum.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved