Jurus Jurnalistik Bisa Digunakan Berlatih Public Speaking

Dalam hal leadership, seorang pemimpin sebaiknya memiliki figur yang dapat menggerakan, menginspirasi serta memotivasi anggota

Jurus Jurnalistik Bisa Digunakan Berlatih Public Speaking
IST
Tiga Narasumber Seminar Public Speaking, Newa Manager Bangka Pos Dodi Hendriyanto, Citra Asmara Indra SSos MA dan Wahyu Kurniawan MPsi, keduanya Dosen FISIP UBB dan moderator Herdiyanti SSos MSi (kedua dari kiri), saat menjadi pemateri Seminar Public Speaking Pekan FISIP EXPO III, di Gedung FISIP UBB, Selasa (18/10/2016).

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Dalam hal leadership, seorang pemimpin sebaiknya memiliki figur yang dapat menggerakan, menginspirasi serta memotivasi anggotanya.

Pasalnya, seorang yang berjiwa leadership hampir bisa dikatakan wajib memiliki kualitas public speaking.

"Disinilah perlu latihan terus menerus. Bila seorang pemimpin sukses menjadi public speaker yang baik, secara langsung hal ini akan mendukung perannya sebagai pemimpin, dan hal yang berkaitan dengan leadershipnya," ujar Citra Asmara Indra SSos MA, salah satu narasumber pada Seminar Public Speaking, di Gedung FISIP UBB Balunijuk Bangka, Selasa (18/10/2016).

Seminar Public Speaking ini mengambil tema "Saya Bicara, Maka Saya Ada". Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Pekan FISIP EXPO III, yang dilaksanakan oleh FISIP Universitas Bangka Belitung (UBB).

"Dalam rangkaian Pekan FISIP EXPO III ini kita menambahkan seminar public speaking, tujuannya mengenalkan kepada para mahasiswa tentang begitu pentingnya public speaking untuk menunjung kepemimpinan mereka dimasa depan," ujar Dr Ibrahim, Dekan FISIP UBB, Selasa (18/10/2016).

Dua pemateri dalam Seminar Public Speaking lainnya adalah Wahyu Kurniawan MPsi dan News Manager Bangka Pos Dodi Hendriyanto, sertaHerdiyanti SSos MSi bertindak sebagai moderator.

Pada kesempatan pemaparannya, Dodi Hendriyanto menjelaskan hubungan erat antara kepemimpinan dan public speaking. Menurut Dodi, sorang bisa saja menjadi manajer atau kepala suatu lembaga atau institusi, namun belum tentu orang tersebut bisa dikatakatan pemimpin.

"Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mengikuti pesan atau gagasan tanpa orang tersebut merasakan keterpaksaan. Sedangkan public speaking adalah cara pemimpin tersebut menciptkan pengaruhnya terhadap publik atau audience," ujar Dodi.

Dodi menjelaskan public speaker yang handal bisa menerapkan jurus jurnalistik yakni 5 W + 1 H.

"Untuk menjadi public speaker, adik-adik bisa menggunakan modal jurnalistik 5 W + 1 H. Melalui uraian 5 W + 1 H ini, bisa menjadi modal dalam berlatih public speaking," tukas Dodi.

Sementara Wahyu Kurniawan lebih banyak membahas leadership dari sisi psikologi.

"Banyak orang tidak bisa berbicara di depan orang banyak, karena merasa gugup, takut dan cemas. Kondisi ini berkaitan erat dengan kesiapan mental dan fisik dari orang tersebut. Termasuk adanya trauma masa lalu, yang membuat orang sulit berbicara di depan orang ramai. Kondisi ini bisa diobati dengan cara latihan," ujar Wahyu.

Seminar public speaking ini menarik perhatian sekitar 50 mahasiswa yang berasal dari UBB, STAIN, Pertiba dan beberapa mahasiswa lainnya.

Saat sesi diskusi juga terlihat para peserta ini antusias bertanya beberapa hal terkait pengaruh dan pentingnya public speaking untuk menjadi pemimpin di masa mendatang.

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved