BangkaPos/

Wali Kota Madiun Jadi Tersangka

Wali Kota Madiun, Bambang Irianto diduga menerima gratifikasi saat menjabat sebagai Wali Kota pada periode 2009-2014.

Wali Kota Madiun Jadi Tersangka
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Sejumlah anggota Brimob Detasemen C Pelopor Madiun berjaga-jaga di pintu masuk ruang kerja wali kota Madiun yang digeledah petugas KPK, Senin (17/10/2016) siang. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Madiun, Jatim, Bambang Irianto, sebagai tersangka.

Bambang diduga menerima gratifikasi saat menjabat sebagai Wali Kota pada periode 2009-2014.

"KPK telah menemukan barang bukti atau permulaan yang cukup mengenai adanya dugaan tindak pidana korupsi terkait pemLaode M Syarifbangunan Pasar Besar Kota Madiun," ujar Wakil Ketua KPK, , dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/10/2016) malam.

Menurut Syarif, Bambang diduga secara langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, dan penyewaan proyek pembangunan pasar

Padahal, dalam waktu yang sama, Bambang selaku Wali Kota ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya.

Adapun, nilai proyek pembangunan pasar tersebut sebesar Rp 76,523 miliarIrianto.

Pembangunan secara multiyears dari tahun 2009-2012.

"BI (Bambang Irianto, Red) diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya."

"Menerima hadiah atau janji, padahal patut diduga hal itu diberikan terkait jabatan dan kewenangannya sebagai Wali Kota," kata Syarif.

Atas perbuatan tersebut, Bambang disangka melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help