BangkaPos/

Wali Kota Madiun Merasa Jadi Tumbal

Wali Kota Madiun Bambang Irianto mengatakan kasus yang menimpanya sebagai risiko politik yang harus dihadapi ketika menjabat sebagai wali kota.

Wali Kota Madiun Merasa Jadi Tumbal
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Sejumlah anggota Brimob Detasemen C Pelopor Madiun berjaga-jaga di pintu masuk ruang kerja wali kota Madiun yang digeledah petugas KPK, Senin (17/10/2016) siang. 

BANGKAPOS.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun Bambang Irianto merasa menjadi tumbal terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun tahun anggaran 2015 senilai Rp 76,5 miliar.

"Insya Allah saya tidak seperti itu, saya hanya tumbal dalam kasus ini, tetapi ini resiko bagi saya dan semua sudah tahu itu," kata Bambang saat membuka lomba cerdas cermat tertib berlalu lintas yang digelar di Aula Akademi Perkretapian Indonesia di Kota Madiun, Selasa (18/10/2016).

Bambang mengatakan, kendati dia tersandung masalah dalam kasus ini, roda pemerintahan akan terus berjalan.

Dia berpendapat bahwa kasus yang menimpanya sebagai risiko politik yang harus dihadapi ketika menjabat sebagai wali kota.

"Saya tidak nyolong (mencuri), tetapi saya ditetapkan sebagai tersangka, ya bablas saja," tuturnya.

Bambang meminta doa kepada semua pihak agar bisa melalui semuanya dengan lancar.

Harapannya, penanganan kasus ini dapat memecahkan masalah yang menderanya.

Saat ditanya tentang tuduhan pidana gratifikasi yang dikerahkanKPK kepada dirinya, Bambang tidak banyak berkomentar.

Ketua Partai Demokrat Kota Madiun bergegas menuju mobil dinasnya bernomor polisi AE 1 A.

"Kalau itu saya no comment, kami ikuti saja nanti," ungkap Bambang.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help