Perusahaan Penunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan Siap-siap Dipidana

Kejaksaan Negeri Pangkalpinang telah memanggil 12 perusahaan swasta yang telah melakukan tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan

Perusahaan Penunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan Siap-siap Dipidana
bangkapos.com/Khamelia
Foto bersama Kejari Pangkalpinang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Pemeriksa dan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, serta Jaksa Pengacara Negara usai acara Rapat Koordinasi Teknis Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan dengan Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Kamis (27/10), di Restoran Jabrik. 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, Hery Subroto mengatakan, belum semua data penunggak yang diberikan kepada kejaksaan. Namun mulai bulan depan pihaknya akan melimpahkan seluruh data perusahaan yang menunggak, belum mendaftar, daftar sebagaian pekerja dan daftar upah sebagian.

"Sehingga tidak ada lagi ruang kosong bagi perusahaan untuk tidak melaksanakan kewajiban mereka, semua akan ditindak. Termasuk penyelenggara negara yang tidak mendaftarkan ribuan honorer mereka akan kita serahkan kepada kejaksaan," kata Hery.

Pemeriksa dan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Aditya Rezki menyebutkan, jumlah tunggakan iuran dan denda di Bangka Belitung piutang macetnya mencapai Rp 769 juta rupiah dan piutang kontijensi atau utang macet parahnya mencapai Rp 12 miliar.

"Jumlah perusahaan piutang macet itu sekitar 91, dan macet parah 336," sebutnya.

Sementara perusahaan yang tidak melapor secara benar upah pekerjanya mencapai 193 perusahaan.

"Mereka bisa dikenakan sanksi administratif dan sanksi pidana dengan tuduhan pemalsuan data, semua data-data mereka akan kita limpahkan ke kejaksaan," tegasnya.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help