Seratusan Pemuda Upacara di Hutan Bentuk Protes Pembalakan Hutan Lindung

Dengan kaki terendam air hampir selutut, ratusan pemuda yang tergabung dari berbagai komunitas pencinta alam

Seratusan Pemuda Upacara di Hutan Bentuk Protes Pembalakan Hutan Lindung
ASRUL
Seratusan pemuda pencinta alam Kabupaten Nunukan menggelar upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda di tengah hutan lindung Pulau Nunukan, Jumat (28/10/2016). Hal itu dilakukan sebagai protes atas pembalakan liar. 

BANGKAPOS.COM, NUNUKAN, – Seratusan pemuda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menduduki dan menggelar upacara bendera di dalam kawasan Hutan Lindung Pulau Nunukan, Jumat (28/10/2016).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap minimnya penindakan terhadap pembalakan liar di dalam hutan lindung Pulau Nunukan.

Dengan kaki terendam air hampir selutut, ratusan pemuda yang tergabung dari berbagai komunitas pencinta alam tersebut menggelar upacara di tengah hulu Sungai Bolong.

"Ini merupakan bentuk keprihatinan kita terhadap makin maraknya pembukaan lahan di dalam hutan lindung," ujar koordinator aksi Asrul.

Ratusan pemuda tersebut juga prihatin terharap kurangnya pelaku pembukaan lahan di dalam hutan lindung Pulau Nunukan.

Keberadaan hutan itu sangat penting untuk pasokan air bagi warga Pulau Nunukan.

Asrul menambahkan, dari 2.000 hektar hutan lindung tersebut, yang rusak karena pembukaan lahan telah mencapai 1.300 hektar.

"Modus baru mereka membuka lahan dengan menggunakan kapak, kemudian membakar tegakan tersebut seolah-olah itu tegakan lama," kata Asrul.

Selain menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, para pemuda itu juga menggelar penanaman ratusan pohon serta pemupukan pohon yang telah mereka tanam di sepanjang aliran Sungai Bolong.

Mereka juga berkemah di dalam hutan lindung sembari melakukan malam renungan untuk mendekatkan diri pada alam.

Melalui aksi itu, mereka berharap agar aparat penegak hukum semakin tergerak menyeret pelaku pembalakan liar di dalam hutan lindung.

"Harapan kita aparat tidak hanya menindak para pelaku illegal logging, tetapi juga para pelaku pembukaan lahan. Karena, mereka mulai merusak tegakan di sekitar Sungai Bolong yang merupakan sumber air warga," kata Asrul.

 
Penulis: Kontributor Nunukan, Sukoco

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved