Warga Korsel Ini Palsukan Dokumen, Ngakunya Bernama Antonius atau Sidiq

Penangkapan tersebut berawal dari laporan warga sekitar perusahaan. Saat itu, Yean yang menjadi General Manager di perusahaan itu mengaku sebagai...

Warga Korsel Ini Palsukan Dokumen, Ngakunya Bernama Antonius atau Sidiq
Kontributor Surakarta, M Wismabrata
WNA asal KOrea Selatan saat diperiksa petugas Imigrasi Solo pada hari Jumat (28/10/2016). 

BANGKAPOS.COM, SOLO -- Petugas Imigrasi Kelas I Kota Solo menangkap seorang warga negara Korea Selatan yang diduga menggunakan dokumen palsu.

Baca: Instagram Sulap Pria Tua Ini Jadi Seorang Jutawan, Ternyata Begini Ceritanya

Penangkapan dilakukan di sebuah perusahaan sarung tangan JG di Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakkan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Solo Adi Purwanto mengatakan, penangkapan Jai Myeong alias Yean (56) tersebut dilakukan pada hari Kamis (27/10/2016).

Baca: Terungkap, Arkeolog Temukan Lapisan Tersembunyi di Makam Yesus

Penangkapan tersebut berawal dari laporan warga sekitar perusahaan. Saat itu, Yean yang menjadi General Manager di perusahaan itu mengaku sebagai warga negara Indonesia kepada warga sekitar. Setelah diperiksa petugas imigrasi, Yean mengaku berasal dari Korea Selatan.

Baca: 8 Tingkah Konyol Penumpang Pesawat yang Bikin Ngeselin

"Saya paham betul logat WNA dari China, juga Jepang dan Korea. Saat yang bersangkutan mengaku WNI lalu kita terus periksa dokumen lainnya, akhirnya mengaku dari Korea Selatan. Dia menggunakan VoA (Visa on Arrival)," kata Adi saat jumpa pers di Kantor Imigrasi Kelas I Solo, Jumat (28/10/2016).

Petugas imigrasi mengamankan sejumlah dokumen, seperti dua kartu tanda penduduk (KTP) dengan alamat berbeda di Tangerang, SIM A dan C, paspor, dan dokumen perbankan.

"Kalau pas ketemu orang Nasrani, ngakunya namanya Antonius. Kalau pas orang Muslim, ngaku Sidiq," katanya.

Yean melanggar peraturan visa tidak sesuai izin tinggal dan pemalsuan dokumen, yaitu Pasal 122 huruf a Undang Undang no 6 Tahun 2011 Tentang Keiimigrasian. Ancaman pidana maskimal 5 tahun dan denda Rp 500 juta.

"Pelaku kita amankan sementara di sel Imigrasi Solo dan kasus ini juga bisa dikembangkan ke si pemberi pekerjaan," kata Adi.

Penulis : Kontributor Surakarta, M Wismabrata

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help