BangkaPos/

Meriahnya Tradisi Kawin Massal Desa Serdang, Tradisi Turun Temurun Sejak 1935

Suasana Desa Serdang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (29/10/2015) siang berbeda dari hari-hari-hari biasanya

Meriahnya Tradisi Kawin Massal Desa Serdang, Tradisi Turun Temurun Sejak 1935
IST
Desa Serdang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan menggelar perayaan kawinan massal Sabtu (29/10/2016), dalam kegiatan tersebut sebanyak empat pasang pengantin yang mengikuti acara adat setempat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Suasana Desa Serdang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (29/10/2015) siang berbeda dari hari-hari-hari biasanya.

Ada empat pasang pengantin secara serentak melaksanakan tradisi kawin massal yang sudah dilaksanakan secara turun temurun di desa tersebut.

Baca: Ini Dia 10 Orang Paling Beruntung Sepanjang Sejarah Kehidupan Manusia

Tradisi  tersebut terlihat  semakin semarak dan meriah karena dihadiri Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid beserta jajaran dan tamu undangan lainnya.

Prosesi diawali dengan sambutan dari pihak desa diikuti Wakil Bupati Basel Riza.

Lalu kemudian proses penyiraman air kelapa muda dan pemberian tiga butir lada kepada masing-masing pengantin untuk dimakan, serta dihibur dengan tarian yang bernama sekancip pinang.

Saat pelaksanaannya, pengantin dan masyarakat berkumpul di rumah kepala desa untuk melaksanakan ritual oleh ketua adat berupa menaburkan air kelapa muda dicampur bunga tujuh rupa dipercikan kepada para pengantin dan tamu undangan, serta pemberian tiga butir lada untuk dimakan pengantin.

Tujuan menabur air kelapa muda dicampur bunga tujuh rupa agar dapat hidup rukun damai serta kekal di dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Baca: Inilah Fakta-fakta Menarik Tentang Ryoko Nakaoka, Pemilik Payudara Terindah Dari Jepang

Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid mengatakan kawin masal merupakan salah satu kekayaan budaya daerah Bangka Selatan, budaya dan adat istiadat yang unik serta perlu di lestarikan.

"Adat seperti ini harus tersu dilestarikan sehingga tumbuh kecintaan kepada budaya daerah, semoga di tahun yang akan datang terlaksana lebih meriah dari tahun ini,"ucap Riza

Kemudian pada acara tersebut pengantin juga di arak keliling kampung dengan diringi oleh Marhcing band.

Sekedar di ketahui asal usul pengantin massal Desa Serdang sudah dilaksanakan sejak tahun 1935.

Tokoh adat Desa Serdang H. Sudirman menjelaskan prosesi kegiatan diawali dengan memerintahkan beberapa anak buah tokoh adat untuk mengumpulkan beras sebanyak satu batil atau tiga kaleng susu dan uang seikhlasnya dari masyarakat setempat.

Setelah semua barang yang diminta tersedia maka hari berikutnya, tepatnya dua hari sebelum pelaksanaan perayaan, tokoh adat melaksanakan ritual bebanten atau syukuran, dengan harapan menjaga keamanan dan keselamatan khususnya masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help