Masih Anggap Remeh Profesi Chef? Jangan Kaget Gajinya Ternyata Bisa Lebih Besar dari GM Hotel

Profesi juru masak profesional ini kini tidak bisa dipandang sebelah mata. Chef bisa bergaji puluhan juta rupiah per bulan, bahkan lebih.

Masih Anggap Remeh Profesi Chef? Jangan Kaget Gajinya Ternyata Bisa Lebih Besar dari GM Hotel
ist
Chef Novotel Janus Haruman 

Martinus lantas menerima ajakan kakaknya untuk belajar dan bekerja di Selandia Baru. "Ketika itu saya penasaran kok kalau saya masak susah dan enggak bisa, tapi kakak saya yang memang basic-nya perhotelan, setiap kali masak enak. Ketika makan di suatu tempat, dia (sang kakak) tahu dan bisa menerka bumbunya apa. Saya makin penasaran," tutur Martinus.

Pria berusia 42 tahun yang pernah kuliah memasak di Selandia Baru ini menambahkan, "Ketika kuliah ambil jurusan fisika, tapi memang bukan kemauan hati, saya tidak penasaran justru penasaran sama keahlian kakak."

Keputusannya menjadi seorang chef ternyata berbuah manis. Selama 12 tahun terakhir, Martinus telah mengabdi di berbagai hotel. Antara lain, Green Angkasa Hotel Medan, Hotel Arya Duta, Hotel JW Marriott, Hotel Aston Tanjungpinang, dan Hotel Soll Marina Bangka.

Baca: Rafathar Jatuh Sakit Usai Ditinggal Pergi Nagita

Kini, ayah dua anak tersebut sudah berada di puncak karier sebagai executive chef di hotel berbintang.
Martinus mengaku banyak belajar dari kakaknya yang memiliki restoran di New Zealand. Ketika masih di negera itu, dia sempat menghadapi kendala bahasa. Meski demikian, Martinus tetap giat belajar.

"Karena memang saya penasaran, saya modal nekat aja, ditambah tekanan para chef-chef luar yang memang disiplin, perfeksionis, dan tidak mengenal kesalahan membuat saya terus belajar dan saat ini memasak adalah hobi dan kenyamanan saya," tuturnya sambil tersenyum.

Baginya memasak bukan sekadar mengolah makanan. Lebih dari itu, kata Martinus, memasak ada teknik dan triknya.

Tergantung Mood
Danius, Executive Chef di Hotel Santika Bangka mengatakan tidak hanyamengenal masakan dari telinga saja, tapi juga dari lidah saat berada di daerah tempat saya bekerja.

''Bisa dibilang, saya enggak kenal lempah kuning kalau enggak ke Bangka. Sekarang saya mengerti oh begini rasanya,'' katanya belum lama ini.

chef Santika Bangka Dani
Chef Santika Bangka Danius

''Kita tetap modifikasi masakan bagaimana caranya orang Bangka juga bisa suka. Something new, tetap memperkenalkan kepada orang sini tentang menu makanan dari daerah lain seperti ayam kalasan atau ayam betutu.''

''Dalam memasak harus punya soul dan cinta. Emosi pribadi dapat memengaruhi rasa masakan.
Kalau kita memasak makanan dengan penuh cinta, masakan itu akan enak. Sebaliknya, kalau kita masak dengan perasaan marah, jengkel maka rasa masakannya juga beda. ''
Kadang kita temui beberapa tempat makan, hari ini masakannya enak, besoknya enggak. Nonsense untuk alasan apa pun, makanan itu dari hati. (o1/o2)

Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved