Ada Tujuh Program Strategis Lembaga Penerbangan dan Antariksa

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin MSc mengemukakan program utama Lapan ada tujuh

Ada Tujuh Program Strategis Lembaga Penerbangan dan Antariksa
IST
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Nasional Thomas Djamaluddin MSc bertukar cinderamata dengan Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, usai penandatanganan naskah kerjasama (MoU) antara LAPAN dengan UBB di Ruang Rapat Kecil UBB, Balunijuk, Merawang, Selasa (01/11/2016) pagi. (

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin MSc mengemukakan program utama Lapan ada tujuh.

Ketujuh progaram tersebut antara lain pengembangan teknologi satelit, pengembangan teknologi aeronautika (pesawat transport dan sistem pemantau berbasis tanpa awak), pengembangan roket sonda untuk menjadi roket peluncur satelit, pengembangan bank data penginderaan jauh, pengembangan sistem pemantauan bumi nasional, pengembangan sistem pendukung kepurusan dinamika atmosfer equator, dan pengembangan sistem pendukung keputusan cuaca antarika dan observatorium nasional.

“Lapan melakukan kerjasama dengan 34 provinsi, di mana basis pelayanan di daerah lewat Bappeda. Adapun jejaring kita dengan perguruan tinggi di daerah diperkuat, tujuannya untuk meningkatkan bobot penelitian dan wahana bagi dosen mahasiswa untuk melakukan penelitian bersama,” ulas Djamaluddin.

Penjelasan Djamaluddin ini usai penandatangan naskah nota kesepahaman (Mou) antara Kepala Lapan Prof Dr Thomas Djamaluddin MSc dan Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, Selasa (01/11/2016).

Penandatangan MoU berlangsung di Ruang Rapat Kecil Rektorat UBB Kampus Terpadu Balunijuk, Merawang, Bangka. Hadir Wakil Rektor (Warek) I Dr Ir Ismed Inonu MSi, Warek III Fadillah Sabri ST M.Eng, Dekan Fakultas Teknik Wahri Sunanda ST M.Eng, Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Kartika SP MSi, Ketua LP3M Dr Eddy Nurcahya, Wakil Dekan II Suhaidar SE MSi, Kepala BAAK Bustari Erafeli, Kepala UPT TIK Eddy Jajang J Atmaja, dan dosen dari lima fakultas di UBB.

Kendati demikian khusus untuk penelitian mahasiswa, Kepala Lapan wanti-wanti pihaknya diinformasikan jauh-jauh hari, paling tidak enam bulan sebelumnya, mengingat mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya juga melakukan hal yang sama.

“Fokus penelitian tidak hanya sebatas sains dan teknologi antariksa dan aeronautika saja, tapi bisa menyangkut sosial-ekonomi dan kebijakan publik. Mengingat pemanfaatan satelit itu luas, bisa mencakup usaha verifikasi data pajak untuk usaha perkebunan, kelautan, pertambangan dan sektor serta sub-sektor lainnya,” ujar Djamaluddin.

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved