Buruh Bangunan Ini Dikeroyok hingga Babak Belur Gara-gara Ditolak Disuruh Beli Miras

Hanya lantaran menolak ajakan membeli minuman keras, Benny Latumahina (28), warga kawasan Skip, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dihajar sejumlah...

Buruh Bangunan Ini Dikeroyok hingga Babak Belur Gara-gara Ditolak Disuruh Beli Miras
*/tribunnews.com
Ilustrasi: Pengeroyokan 

BANGKAPOS.COM, AMBON -- Hanya lantaran menolak ajakan membeli minuman keras, Benny Latumahina (28), warga kawasan Skip, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dihajar sejumlah pria di terminal Pasar Mardika hingga babak belur.

Baca: Pria Ini Sarankan Jokowi Silaturahmi dengan Habib Rizieq

Korban yang merupakan seorang buruh bangunan ini dikeroyok kaena menolak membeli minuman keras yang diminta oleh seorang pria bernama Jhon saat korban berada di terminal tersebut.

Baca: Ahok: Saya Ini Gubernur DKI, Kalau Mau Cari Rp 20-30 Miliar, Ngetok Satu Pengusaha Selesai

Aksi pengeroyokan yang terjadi pada Senin (31/10/2016) sekitar pukul 14.00 WIT itu menyebabkan Benny mengalami bengkak di kepala dan sejumlah luka memar pada mata kiri dan wajah disertai rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Paur Subag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Nikolas Frederik Anakotta mengatakan, penganiayaan ini berawal ketika korban diminta oleh pelaku untuk membeli minuman keras jenis sopi. Namun korban menolaknya dan langsung bergegas pergi.

Baca: Minta Maaf ke Nikita Mirzani, Jupe Sebut Dengan Segala Kerendahan Hati Hingga Dua Kali

“Saat itu korban langsung berjalan meninggalkan para pelaku. Merasa telah ditolak permintaannya oleh korban, pelaku lalu membuntuti korban dari arah belakang,” kata Anakotta.

Menurut Anakotta, setelah mendekat, pelaku langsung memukuli korban dari arah belakang. Tidak lama kemudian datang teman-teman pelaku langsung mengeroyok korban hingga babak belur.

Baca: Mama Ella Ramal Kesetiaan Raffi Ahmad, Hasilnya Pun Sungguh Tak Disangka

Aksi penganiayaan ini terjadi di saat suasana terminal dalam keadaan ramai.

“Jadi saat itu, rekan-rekan pelaku juga ikut menghajar korban hingga babak belur,” terangnya.

Usai kejadian itu, korban lantas melaporkan tindakan para pelaku ke kantor Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease. Saat ini, kata Anakotta, para pelaku masih diburu polisi.

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help