BangkaPos/

Pria Ini Nekat Potong Penisnya, Alasannya Tak Disangka

Pria ini berusaha melukai diri dengan memotong alat kelaminnya menggunakan parang di sebuah rumah, Jalan Harapan Jaya, Pontianak.

Pria Ini Nekat Potong Penisnya, Alasannya Tak Disangka
hai online
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PONTIANAK - Kepolisian Sektor PontianakSelatan mengamankan seorang pria bernama Swiss (23) karena diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri.

Pria tersebut berusaha melukai diri dengan memotong alat kelaminnya menggunakan parang di sebuah rumah, Jalan Harapan Jaya, Pontianak, Senin (31/10/2016).

Baca: 3 Demo Besar yang Pernah Terjadi di Indonesia

Kepala Polsek Pontianak Selatan AKP Ridho Hidayat mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata yang tinggal serumah dengan Swiss, terdengar suara teriakan dari dalam kamar mandi yang saat itu dalam keadaan terkunci sekitar pukul 06.00 WIB.

Ternyata korban tiba-tiba keluar dengan darah bersimbah darah akibat mencelakai diri sendiri.

Baca: Artis Mesum Cantik Ini Pensiun Setelah Dapat Suami Kaya Raya Usia 70 Tahun

nong nat
Nong Nat bersama suaminya Harold Jennings Nesland Jr.

Tidak hanya itu, korban kemudian memutus kabel listrik rumah dan menyetrumkan dirinya ke arus listrik. Percobaan itu pun gagal.

Korban kemudian keluar rumah sambil mengayunkan parang ke arah warga masyarakat sekitar.

Warga menelpon anggota Polsek Pontinak Selatan dan melaporkan kejadian itu.

"Beberapa anggota Polsek pontianak Selatan dan masyarakat segera menghalau dan membujuk Swiss untuk tenang. Tapi akhirnya, korban lari ke dalam hutan," jelas Ridho.

Baca: Akun Facebook Ini Doakan Ibunya yang Sakit Segera Meninggal karena Nyusahin

dihujat

Swiss akhirnya ditemukan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan. Saat diamankan, korban dalam kondisi terluka parah.

Polisi masih menyelidiki penyebab korban melakukan tindakan yang mencelakai diri tersebut.

"Namun dari keterangan rekan korban bahwa korban sering merasa ketakutan dan berteriak-teriak sendiri terutama menjelang malam hari dengan halusinasi akan dibunuh oleh orang," kata Ridho.

Saat ini korban masih dalam perawatan atau pertolongan medis setelah dirujuk ke RS Sudarso dari RS Bhayangkara.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help