Waspadai 6 Gejala Penyakit Lever

Pasien dengan sirosis hati memiliki risiko tinggi menderita kanker hati dan akhirnya mungkin memerlukan transplantasi.

Waspadai 6 Gejala Penyakit Lever
washington.edu
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Hati tidak hanya bertindak sebagai filter untuk darah, tetapi juga menghasilkan hormon, menyimpan energi, dan membuat senyawa yang memungkinkan usus mencerna makanan. Ini hanya sebagian kecil dari tugas mereka.

Mengingat peran hati yang sangat penting, mungkin Anda berpikir bahwa jika ada masalah dengan organ yang satu ini, gejalanya akan langsung terasa.

Sayangnya, itu tidak terjadi, kata Bruce Bacon, M.D., seorang profesor kedokteran dan spesialis penyakit dalam dan gastroenterologi di St. Louis University School of Medicine.

"Hepatitis C, misalnya, adalah sebutan yang digunakan untuk menyebut epidemi diam-diam penyakit hati. Banyak orang memilikinya, tapi tidak menyadarinya," jelas Dr. Bacon.

Baca: 6 Kiat Bikin Rumah Lebih Nyaman

interior
Desain interior rumah bergaya Skandinavia.

Baca: 6 Asupan Makanan Ini Bantu Tingkatkan Konsentrasi

gizi
Ilustrasi

Pada saat tanda-tanda atau gejala muncul, entah karena hepatitis atau perlemakan hati, kemungkinan hati sudah sampai pada tahap sirosis.

Sirosis adalah nama sejenis kerusakan hati serius yang diakibatkan penyakit lama atau cedera, kata Jamile Wakim-Fleming, M.D., seorang ahli penyakit hati di Cleveland Clinic.

Pasien dengan sirosis hati memiliki risiko tinggi menderita kanker hati dan akhirnya mungkin memerlukan transplantasi, kata Dr. Wakim-Fleming.

Perlemakan hati sering disebabkan oleh obesitas. Perlemakan adalah penyebab paling umum dari masalah hati, kata Dr. Bacon. Menurutnya, ada sekitar 25 juta orang di dunia menderita perlemakan hati.

Terlalu banyak minum juga bisa mengganggu kerja hati. Karena itu, Dr. Wakim-Fleming menyarankan agar Anda minum secukupnya sesuai kebutuhan, menerapkan pola makan sehat, dan rutin berolahraga.

Dr. Bacon juga merekomendasikan pemeriksaan rutin ke dokter sehingga jika ada gangguan hati bisa segera terdeteksi dan diobati.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved