Pria Perakit Senpi Mirip Bolpoin Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Ada berbagai jenis senjata api yang sudah dirakitnya. Salah satunya adalah senjata api berbentuk bolpoin. Senjata api ini cukup berbahaya karena...

Pria Perakit Senpi Mirip Bolpoin Ini Akhirnya Ditangkap Polisi
Kontributor Malang, Andi Hartik
Senjata api rakitan mirip balpoin serta peluru cis kaliber 22 milimeter dan tiga senjata angin laras panjang saat diamankan di Mapolres Malang Kota, Rabu (2/11/2016) 

BANGKAPOS.COM, MALANG -- Jajaran Polres Malang Kota, Jawa Timur berhasil mengungkap pelaku perakit senjata api ilegal. Pelaku itu diketahui bernama Zainal Abidin bin Mad Jari.

Baca: Pengakuan Aktor Stefan William Ini Bikin Heboh, Minta Doa Agar Celine Cepat Hamil

Ia ditangkap dalam sebuah penggeledahan di rumahnya, Jalan Gadang gang 1B nomor 38 RT 2 RW 1 Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Rabu (26/10/2016) pekan lalu.

Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono mengatakan, pengungkapan senjata api rakitan itu berawal dari pengungkapan kasus narkoba.

Baca: Suaminya Diam Saja saat Sang Pengantin Wanita Dipaksa Buka Baju oleh Pria Lain, Inilah yang Terjadi

Berdasarkan hasil pengembangan, pelaku itu juga diketahui memiliki dan membuat senjata api rakitan.

"Ini pertama kali diungkap oleh Satreskoba dan dikembangkan oleh Satreskrim. Karena di dalam penangkapan narkobanya, pada saat penggeledahan ditemukan senpi rakitan," kata Decky, Rabu (2/11/2016).

Baca: Di Hari Pertama Sekolah, Gadis 8 Tahun Ini Dijemput Belasan Polisi ,Kejadian Sebelumnya Mengharukan

Ada berbagai jenis senjata api yang sudah dirakitnya. Salah satunya adalah senjata api berbentuk bolpoin. Senjata api ini cukup berbahaya karena memakai peluru cis kaliber 22 milimeter.

Selain itu juga ada tiga senapan angin laras panjang kaliber 4,5 milimeter yang turut diamankan.

Menurut Decky, senjata itu tidak hanya dimiliki secara pribadi. Melainkan juga dijual ke orang lain. Bahkan dari keterangan pelaku, senjata yang dirakitnya juga pernah ditukar dengan narkoba.

Ada 0,2 gram sabu yang berhasil diamankan polisi terkait dengan kasus itu.

"Dia (pelaku) merakit untuk dijual. Salah satunya ditukar dengan narkoba," tegasnya.

Biasanya, pelaku menjual senjata hasil rakitannya dengan harga Rp 500.000 sampai Rp 3,5 juta.

Sementara untuk sparepart dan amunisi, pelaku biasa mendapatkannya dengan cara membeli secara online.

Pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun karena dianggap melanggar pasal 1 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951.

Penulis : Kontributor Malang, Andi Hartik

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved