Mahasiswa Singgung Masih Ada Pungli di Kepolisian, SIM hingga Tilang

Darto selaku perwakilan LKBH DPC Permahi Babel sempat menyinggung soal kasus pungli yang ada di tubuh kepolisian di daerah Babel sendiri

Mahasiswa Singgung Masih Ada Pungli di Kepolisian, SIM hingga Tilang
Bangkapos/Ryan Agusta
Permahi Babel bertemu dengan Kapolda Babel 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Tak cuma persoalan tambang timah ilegal termasuk aktifitas penjualan pasir dari provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke luar daerah menjadi bahan audiensi para aktifis Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Babel di depan Kapolda Babel, Brigjend Pol Anton Wahono, Kamis (3/11/2016).

Namun dalam audiensi itu pun seorang aktifis mahasiswa, Darto selaku perwakilan LKBH DPC Permahi Babel sempat menyinggung soal kasus pungli yang ada di tubuh kepolisian di daerah Babel sendiri.

"Seperti contoh masih sering ditemuinya pembuatan SIM kendaraan yang menggunakan cara tembak atau sogokan," ungkap Darto di hadapan Kapolda Babel, Brigjend Pol Anton Wahono di sela-sela kunjungan dan audiensi para aktifis Permahi Babel, Kamis (3/11/2016).

Selain itu, mahasiswa ini pun sempat pula menyinggung seputar kegiatan razia kendaraan bermotor yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Babel namun dinilainya justru oknum aparat kepolisian itu malah menyalahi prosedur atau peraturan yang berlaku.

"Ketika razia kendaraan masih ada pungli yang terjadi," katanya.

Oleh karenanya Darto mendesak Kapolda Babel, Brigjend Pol Anton Wahono yang baru menjabat di Babel ini segera mengklarifikasi dan menelusuri terkait kasus pungli yang diungkapkanya itu guna untuk pembenahan hal yang lebih baik khsusunya di internal institusi aparat kepolisian di daerah di bawah naungan pihak Polda Babel.

Sementara Ayu Vitiran selaku Sekretaris DPC Permahi Babel menyinggung seputar persoalan kepemudaan di Babel sendiri.

"Seperti halnya masih banyak beredarnya narkotika di Babel. Saat ini sebagian besar pelaku yang ditangkap hanyalah kelas bawah ke menengah, sedangkan pengedar kelas kakap sangat sulit untuk di amankan, apa yang menjadi kendalanya sehingga sangat sulit untuk melakukan penegakan hukum terhadap pengedar kelas kakap di Babel ini," kata mahasiswa itu di depan orang nomor satu di jajaran institusi Polda Babel.

Oleh karenanya para aktifis Permahi Babel mendesak Anton Wahono selaku Kapolda Babel saat ini segera melakukan penegakan hukum tanpa adanya diskriminasi.

"Artinya jangan hanya menegakkan hukum terhadap perkara-perkara yang sifatnya kecil dan menengah saja, namun harus menyentuh pula perkara-perkara yang lebih besar, selain ini pun jangan pandang bulu dalam melaksanakan fungsi penegakan dan pengawasan hukum," katanya.

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved