Begini Penjelasan Biro Metro TV Medan saat Didemo Puluhan Orang

Mereka menuding televisi swasta itu tidak berimbang memberitakan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Thajaja Purnama alias Ahok....

Begini Penjelasan Biro Metro TV Medan saat Didemo Puluhan Orang
Tribun Medan/Array A Argus
Kepala Biro Metro TV Medan, Elvarina Hidayat, memberikan tanggapan terkait kedatangan puluhan pendemo, Sabtu (5/11/2016). TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

BANGKAPOS, MEDAN -- Puluhan orang dari berbagai elemen ormas Islam mendatangi kantor Biro Metro TV di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/11/2016). 

Baca: Polisi Tangkap Penyebar Info Hoax Kapolri Instruksikan Periksa Amien Rais

Mereka menuding televisi swasta itu tidak berimbang memberitakan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Thajaja Purnama alias Ahok.

Baca: Salim Said sebut Jokowi Lelah Dibebani Ahok

"Kami menilai, selama ini pemberitaan di Metro TV tidak berimbang," kata Sekretaris Gerakan Anti Penistaan Agama Islam Sumatera Utara, Eka Putra Zein, Sabtu (5/11/2016) sore.

Kepala Biro Metro TV Medan, Elvarina Hidayat, menemui massa pendemo. Ia memastikan segera mungkin berkordinasi dengan pimpinan Metro TV di Jakarta.

Baca: Ini Dia, Polri Akhirnya Beberkan Foto Pelaku Kericuhan Aksi 4 November

"Sebelumnya terima kasih atas kedatangan bapak-bapak sekalian. Kami akan menampung semua aspirasi yang disampaikan. Setelah ini, saya akan berkordinasi dengan Metro TV di Jakarta," kata Elvarina.

Ia mengatakan, tidak ada niat sedikit pun Metro TVmenyampaikan informasi yang tidak berimbang. Begitu pun, tuntutan ormas Islam akan menjadi koreksi bagi Metro TV.

Setelah mendengar keterangan Kabiro Metro TV Medan, pendemo akhirnya bubar. Kapolrestabes Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, turut hadir di lokasi mendampingi massa aksi.

Guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, polisi menyiagakan truk di dekat kantor Metro TV. Beberapa petugas intel tampak menyebar di seputaran Jl HM Yamin, memantau kedatangan ormas Islam.

Penulis: Array Anarcho

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved